Menu

Mode Gelap
Bersama Pemkab Ponorogo, UMPO Launching Aplikasi Digital-Media Reka Creative Desa Gagal Pengereman, Hasil Penyelidikan Laka Bus Wisata di Magetan Grup Band Slank Bakal Ramaikan Kota Tidore 3 Terdakwa Kasus Ambruknya Seluncur Kenpark Diadili di PN Surabaya Operasi Skala Besar Gengster, Jajaran Polrestabes Surabaya Amankan 26 Orang Pemuda

Kanal Internasional · 18 Nov 2022 18:58 WIB

Dua Sektor Pemulihan Ekonomi Global: Rantai Pasok yang Resilien dan Industri Kreatif Sebagai Pertumbuhan Baru


					Dua Sektor Pemulihan Ekonomi Global: Rantai Pasok yang Resilien dan Industri Kreatif Sebagai Pertumbuhan Baru Perbesar

BANGKOK, KANALINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo mengemukakan dua sektor prioritas yang bisa mendorong upaya pemulihan ekonomi global. Hal tersebut disampaikan saat berbicara pada Dialog Informal Pemimpin APEC dengan sejumlah undangan di Queen Sirikit National Convention Center, Bangkok, Jumat(18/11/2022).

“Pertama, membangun rantai pasok yang lebih resilien. Rantai pasok pangan dan energi perlu dijaga. Sumber alternatif, rute dan hub logistik baru perlu didukung investasi baru,” ucap Presiden Jokowi.

Hilirisasi, menurut Presiden menjadi kunci agar negara berkembang dapat menjadi bagian rantai pasok melalui produksi barang yang memiliki nilai tambah bukan hanya sebagai sumber bahan baku.

Lebih lanjut, Presiden Jokowi menambahkan, hal lain yang penting untuk mendukung pembangunan rantai pasok adalah pembangunan infrastruktur. Menurut ADB, kebutuhan pembiayaan infrastruktur negara berkembang di Asia mencapai 1,7 trilyun dolar AS per tahun.

“APEC perlu memobilisasi pembiayaan infrastruktur,” kata Presiden.

Hal kedua sektor prioritas yang disampaikan Presiden Jokowi yaitu kerja sama industri kreatif sebagai sumber pertumbuhan baru. Menurut UNESCO, sektor kreatif dan budaya menyumbang 3,1% PDB global dan 6,2% lapangan kerja.

“Ekonomi kreatif adalah sektor masa depan dan pilar pertumbuhan inklusif karena mendobrak batas geografis, gender, etnis, strata ekonomi dan mendorong pencapaian SDGs,” jelas Presiden.

Oleh karena itu, Presiden mendorong APEC mendukung industri kreatif termasuk pariwisata agar lebih resilien termasuk lewat transformasi digital dan pembangunan sumber daya manusia.

Di akhir intervensinya, Presiden Jokowi kembali menegaskan semangat kolaborasi untuk merubah krisis sebagai momentum untuk pulih dan menjadi lebih kuat. “Pada akhirnya pemulihan yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan adalah tujuan akhir kita. Perdagangan dan investasi adalah jembatan kita,” pungkas Presiden Jokowi.

Selain pemimpin ekonomi APEC, hadir pula dalam pertemuan tersebut sejumlah pemimpin ekonomi di luar APEC yang diundang antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Forum Bisnis di Tidore, 4 Dubes dan 1 Organisasi Internasional Ikut Hadir

25 November 2022 - 19:12 WIB

Putri Kim Jong Un Dampingi Ayahnya Pantau Uji Coba Rudal

20 November 2022 - 05:16 WIB

USAID Alokasikan Dana 10 Juta Dolar untuk Dukung Percepatan Pembangunan di Papua

20 November 2022 - 05:01 WIB

Ibu Iriana Hadiri Program Acara Pendamping KTT APEC

18 November 2022 - 19:07 WIB

Bertemu Chief Executive Hong Kong, Presiden Bahas Isu Perdagangan dan Investasi, serta Perlindungan WNI

18 November 2022 - 19:04 WIB

Presiden Lakukan Pertemuan dengan MBS

18 November 2022 - 19:01 WIB

Trending di Kanal Internasional