Home / ACEH

Jumat, 29 April 2022 - 12:57 WIB

Dua Tersangka Pembunuhan Harimau Sumatera Ditangkap

Editor - ARSO

BANDA ACEH, KANALINDONESIA.COM: Penyidik Satreskrim Polres Aceh Timur telah menahan JD (37 dan YM (56) yang merupakan tersangka pembunuhan terhadap satwa dilindungi berupa harimau sumatera.

“Ada dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan tiga harimau sumatera di Aceh Timur. Keduanya merupakan warga Tapanuli Tengah, Sumatera Utara,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, di Banda Aceh, Jumat, 29 April 2022.

Winardy menjelaskan, pembunuhan harimau itu terungkap berkat informasi dari masyarakat tentang adanya sekelompok orang yang berasal dari luar Aceh sedang menjerat babi di Kecamatan Peunaron.

Berdasarkan informasi tersebut, petugas langsung mendatangi kemah mereka dan mendapati delapan orang sedang berada di lokasi. Kemudian mereka dibawa ke Polres Aceh Timur untuk menjalani pemeriksaan lebih intensif.

Baca Juga  Kapolres Lhokseumawe Bersama Ketua Bhayangkari Serahkan Bantuan Sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah

Adapun barang bukti yang turut diamankan adalah satu unit sepeda motor, lima gulungan aring/seling, dan beberapa helai bulu burung Kuau Raja yang juga masuk dalam katagori satwa dilindungi.

Setelah dilakukan serangkaian penyidikan, pemeriksaan saksi, dan berdasarkan barang bukti, penyidik menetapkan dua orang sebagai tersangka pembunuhan terhadap tiga harimau sumatera.

Kepada pelaku disangkakan Pasal 21 ayat 2 huruf (a) jo pasal 40 ayat (2) Subs Pasal 40 ayat (4) UU nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman pidana paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 juta.

Baca Juga  Kapolres Lhokseumawe Bersama Ketua Bhayangkari Serahkan Bantuan Sosial di Panti Asuhan Muhammadiyah

Berdasarkan kejadian tersebut, Winardy mengimbau agar masyarakat tidak melakukan perbuatan yang dapat mengganggu atau sampai membunuh satwa dilindungi.

“Polda Aceh tidak segan-segan menindak siapapun yang memburu, menangkap, hingga memperjualbelikan satwa yang dilindungi undang-undang tersebut,” tegas Winardy.

Sebagaimana diketahui, polisi menerima informasi dari Forum Konservasi Lauser (FKL) tentang penemuan tiga ekor harimau sumatera dalam kondisi mati di Wilayah Buffer Zone milik PT Aloe Timur, Kecamatan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur, Minggu, 24 April lalu (M.Irwan)

Share :

Baca Juga

ACEH

Irjen Ahmad Haydar: Humas adalah Etalase Polri

ACEH

Dandim 0117/Aceh Tamiang Damping Aster Kasdam IM Peninjauan Lokasi Rencana Pembangunan Saluran Irigasi

ACEH

Kabid Humas: Penembakan di Indrapuri Murni Kriminalitas

ACEH

BPBD Bima Siagakan Dapur Umum untuk Layani Warga Terdampak Banjir

ACEH

Satlantas Polres Bener Meriah Tanamkan Tertib Berlalu Lintas Pelajar
Aparat kepolisian saat memperketat penjagaan di Pelabuhan Lembar, Lombok Barat.(Foto: Bid Humas Polres Lombok Barat)

ACEH

PPKM Darurat Jawa Bali, Polisi Perketat Pintu Masuk Pelabuhan Lembar di Lombok Barat

ACEH

Petani Aceh Tenggara Temukan 2 Buah Mortir

ACEH

Masyarakat Diimbau Tuntaskan Vaksinasi Booster