Home / Birokrasi / Daerah / Hukum / Jatim / News / Peristiwa

Senin, 14 Juni 2021 - 19:01 WIB

Hakim Vonis Jaksa Gadungan 2 Tahun Penjara, JPU Nyatakan Pikir-pikir

Editor - ADDY

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kasus penipuan berkedok jaksa gadungan memasuki babak akhir. Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjatuhi hukuman pidana terhadap terdakwa Abdussamad selama 2 tahun penjara.

Amar putusan tersebut dibacakan langsung oleh majelis hakim yang diketuai Mochamad Tatas di ruang Candra PN Surabaya secara daring, Senin (14/6/2021).

Menurut hakim, perbuatan terdakwa Abdussamad salah satunya ialah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 378 KUHP Jo. Pasal 65 ayat 1 KUHP.

“Ada dua hal dijadikan pertimbangan majelis hakim. Pertama hal yang memberatkan ialah perbuatan terdakwa meresahkan dan merugikan masyarakat dan sudah merusak citra korps kejaksaan. Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa mengaku bersalah dan berjanji tak mengulangi perbuatannya lagi,” kata Tatas dalam persidangan, (14/6).

Baca Juga  Pre-Launcing Taman Sekar Wilis sebagai Destinasi Baru di Ponorogo

Vonis ini jauh lebih ringan daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Furkon Adi Hermawan yaitu 3 tahun penjara. Usai pembacaan vonis, JPU Furkon Adi Hermawan berkomentar untuk pikir-pikir dulu. “Ini masih dipertimbangkan,” tuturnya.

Sedangkan terdakwa tak menjawab sepatah kata pun, ketika majelis hakim menanyakan tanggapan atas vonis yang dijatuhkan itu.

Diketahui Abdussamad menipu Deni dan Dandi dengan mengaku sebagai seorang petinggi dari kejaksaan. Ia meyakinkan keduanya dengan berpakaian dan mempunyai peralatan lengkap layaknya jaksa.

Hal itu dilakukan untuk meyakinkan korbannya. Deni yang terpikat dengan bujuk rayu sang jaksa gadungan, akhirnya menyerahkan uang Rp 270 juta. Namun, hingga kini dirinya tidak pernah mendapat apa yang telah dijanjikan terdakwa.

Baca Juga  Bojonegoro Tuban Siap Menangkan Prabowo Presiden 2024

Hal yang sama juga dilakukan kepada Dandi. Saat itu Dandi melihat formasi Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) sebagai calon sipir. Terdakwa lalu mengatakan bahwa mempunyai kenalan di kemenkumham.

Dandi lalu melakukan transfer Rp 500 juta untuk memuluskan niatnya menjadi CASN di lingkungan kemenkumham. Namun, sama dengan Deni, dirinya hingga kini tidak pernah diangkat menjadi CASN seperti janji terdakwa.

Terdakwa Abdussamad ditangkap tim Inteljen Kejari Surabaya di hotel. Dia juga mengemplang uang tagihan hotel sebesar Rp 27 juta. Ady

Share :

Baca Juga

Daerah

Kapolri, Panglima TNI dan Kepala BNPB Cek Penanganan Covid-19 di Kediri
Satgas Yonif 135 Garuda berikan sembako

Peristiwa

Satgas Yonif 315/Garuda Berikan Bantuan Sosial Bagi Warga Kp.Waa Kimbeli Banti II Distrik Tembagapura

Jatim

Antisipasi Kelangkaan, Polres dan Pemkab Kediri Salurkan 6000 Liter Minyak Goreng Curah

Daerah

Tak Ada Angin, Tak Ada Hujan Pohon Besar Tumbang

Birokrasi

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik Libatkan Bupati Bojonegoro Resmi Dihentikan Polda Jatim

Nasional

Usulan Prioritas Indonesia di Sektor Pendidikan Disupport Negara G20
Kasad memberikan pembekalan

News

Kasad : Peran Strategis Mahasiswa Dalam Menjaga Ketahanan Nasional

ACEH

Pebalap MotoGP Junior Segera Tiba di Sirkuit Mandalika