Menu

Mode Gelap
Saksi Kunci Sebut BBM Hasil Penggelapan Dijual ke PT Bahana Line Kepergok Selingkuh, Ribut Winarko Cekik dan Tusuk Istri 8 Kali Tukang Las Asal Sidoarjo Dituntut Jaksa Hukuman Mati Sidang Mafia BBM Laut, Jaksa Cecar Direksi PT Bahana Line Soal Keluar Masuk Uang Perusahaan Jaksa Tuntut Mantan Panpel Arema FC Abdul Haris 6 Tahun 8 Bulan Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang

Kanal Jatim · 25 Jan 2023 06:54 WIB

Inovasi Unesa : Pembersih Botol Otomatis untuk Kemasan Produk Sirup Bogem Buah Mangrove


 Inovasi Unesa : Pembersih Botol Otomatis untuk Kemasan Produk Sirup Bogem Buah Mangrove Perbesar

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) berhasil membuat inovasi yaitu pembersih botol otomatis, agar menghasilkan kemasan produk sirup bogem buah ini yang bersih dan sehat yang berkapasitas ±100 botol hanya butuh waktu 500 detik atau sekitar 8 menit, peningkatan efisiensi waktu 60x lipat lebih cepat dan bersih.

Uniknya, pembersih botol otomatis mampu menghasilkan botol kemasan produk sirup bogem buah yang sehat dan bersih.

Inovasi ini berasal dari permasalahan yang dihadapi oleh kelompok tani Mangrove Wonorejo di bidang sirup bogem yang diketuai oleh Soni Mohson yang di Wonorejo Timur gang Sonnetaria no.2 RT 4, RW 7, Rungkut Surabaya.

Berdasarkan permasalahan di atas, dikembangkan sebuah inovasi pembotol bersih otomatis yang berfungsi dengan mengetahui botol sekali pembersihan bagian luar dan dalam hanya butuh waktu 5 detik, didapatkan proses yang lebih cepat, lebih banyak kapasitasnya, dan hasil terpenuhi.

Inovasi pembersih botol otomatis ini diciptakan oleh seorang peneliti sekaligus Dosen Universitas Negeri Surabaya, Siti Sri Wulandari sebagai ketua, bersama tim yaitu Suci Rohayati dan Firman Yasa Utama. Serta dibantu oleh Mahasiswa yaitu Muhamad Husain Aufillah, Muhammad Zikri Afdol, Iqbal Rifky Chinsa, dan Mohammad Wira Yuda.

Ketua Tim PKM Unesa, Siti Sri Wulandari menjelaskan bahwa mangrove pedada (sonneratia caseolaris) atau lebih dikenal dengan buah bogem telah digunakan sebagai bahan dasar dari sirup bogem oleh kelompok tani mangrove Wonorejo.

“Adapun proses produksi diawali dengan memanen buah bogem yang sudah masak dengan cara menempatkan jarring dibawah area pohon mangrove yang terlihat banyak buah bogem. Setelah semalam, buah bogem yang telah matang akan berjatuhan di jarring dan dikumpulkan,” ujar Wulan dalam keterangannya. Selasa, (24/1/2023).

Ketua Tim PKM Unesa mengatakan bahwa, agar dapat berpoduksi setiap hari, petani mangrove menyiasati dengan stok saat panen. “Petani bisa menyimpan dalam bentuk buah bogem mentah, buah yang sudah di kupas dan buah yang sudah di rebus siap olah menjadi sirup disimpan dalam freezer,”ujarnya.

Wulandari mengungkapkan, dalam mengolah buah bogem menjadi sirup adalah 1 kg buah yang sudah dikupas dicampur 2 liter air standar isi ulang. Kemudian direbus 1 liter dulu menggunakan panci stainless dengan suhu 80°C yang 1 liter disimpan.

“Setelah perebusan selesai buah dipisahkan dari bijinya karena di dalam satu buah terdapat 150-200 biji sebesar biji cabe. Kemudian biji buah bogem tadi dibilas dengan simpanan air yang 1 liter sehingga menghasilkan bubur cair. Bubur cair belum memenuhi standar sirup berupa cairan kental yang tidak ada endapannya. Bubur cair supaya menjadi jernih harus difilter menggunakan kain tetron karena pori-porinya setara dengan 100 mesh,” tandasnya.

Lebih lanjut, kata Wulandari, setelah itu, untuk kemasan botol kaca setelah di cuci bersih lalu di rebus dengan air panas sampai 60oC dan setelah itu ditiriskan. Waktu pencucian botol sekitar 4-5 menit per botol dengan sikat biasa menggunakan tangan.

“Sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk membersihkan bagian luar dan dalam botol. Pada permintaan yang relatif banyak hingga 100 botol, bisa dipastikan akan butuh waktu 500 menit atau sekitar 8 jam untuk pembersihan botol,” beber Dosen Unesa itu.

“2 botol sekali pembersihan bagian luar dan dalam hanya butuh waktu 5 detik. Maka 100 botol hanya butuh waktu 500 detik atau sekitar 8 menit atau peningkatan efisiensi waktu 60x lipat lebih cepat dan bersih,” sambungnya. (ari)

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PT KAI Daop 7 Madiun Gelar Apel Peringatan Bulan K3 Nasional

8 Februari 2023 - 13:44 WIB

Aksi Blokir Jalan, Warga Sampung Tuntut Aktifitas Truk Tambang Dihentikan

8 Februari 2023 - 13:32 WIB

La Lisa Hotel Surabaya Gelar Event Kids & Mom Cooking Class “How To Make Boomber Burger”

8 Februari 2023 - 13:15 WIB

Peduli Sesama Polisi Sidoarjo Bagikan Makanan Pada Tamu Harlah Seabad NU

8 Februari 2023 - 08:32 WIB

Ongki Sanjaya, Kader HMI Malang Lahirkan IXON ESPORT dan Buktikan Bahwa Aktivis Tidak Hanya Berpolitik

8 Februari 2023 - 07:01 WIB

Saksi Kunci Sebut BBM Hasil Penggelapan Dijual ke PT Bahana Line

8 Februari 2023 - 05:03 WIB

Trending di Kanal Hukum