Home / Jatim

Selasa, 10 Agustus 2021 - 11:27 WIB

Istighosah 1 Muharam dan Hari Jadi ke-525 Bupati Sugiri: Ajang Perenungan untuk Membangun Ponorogo

Editor - ARSO

foto : Fb pemerintah kabupaten ponorogo

foto : Fb pemerintah kabupaten ponorogo

foto : Fb pemerintah kabupaten ponorogo

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Bupati Ponorogo  mengikuti Istighosah dalam rangka Peringatan 1 Muharam 1443 H dan Hari Jadi Ke-525 Kabupaten Ponorogo di Beranda Utara Rumah Dinas Bupati Ponorogo, Senin (09/08/2021) malam.

Istighosah digelar secara hybrid, yakni secara langsung dengan dipimpin oleh Ketua MUI Ponorogo KH Anshor M Rusydi dan secara virtual melalui aplikasi zoom yang diikuti oleh masyarakat Ponorogo yang tersebar di berbagai daerah.

Ditemui usai mengikuti Istighosah, Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko mengajak seluruh warganya untuk menjadikan 1 Muharam 1443 atau 1 Suro 1955 Saka sebagai momentum untuk melakukan yang terbaik untuk Ponorogo.

Meski Grebeg Suro dilakukan tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yaitu tanpa gebyar seni dan budaya, akan tetapi hikmat dan hikmahnya harus bisa dipetik oleh semua pihak untuk bergotong-royong membangun Ponorogo.

“Kita tidak ingin kehilangan momen ini (pergantian tahun Islam dan Hari Jadi Ponorogo) sehingga kita tetap menandainya dengan menggelar kegiatan seperti ini (hybrid). Dari kegiatan ini saya mengajak seluruh pihak di Ponorogo untuk berkotemplasi, merenung, bagaimana memaknai Grebeg Suro agar kita bisa berbuat untuk Ponorogo yang jauh lebih baik dari saat ini,” ungkap Bupati Sugiri usai istighosah.

Baca Juga  Empat Wanita Pegawai Toko Makmur Dituntut 1 Tahun 2 Bulan Penjara

Istighosah ini, kata Bupati Sugiri, merupakan upaya untuk ‘mengetuk pintu langit’ agar segera diberikan kebebasan dari musibah non-alam bernama pandemi covid-19. Dengan peserta yang terdiri dari para tokoh agama, tokoh masyarakat, para pengasuh pesantren, para camat, para kades dan seluruh lapisan masyarakat, Bupati Sugiri yakin doa yang dipanjatkan akan dikabulkan oleh Allah SWT.

Yang tidak kalah penting, Bupati Sugiri melanjutkan, penerapan protokol kesehatan pencegahan covid-19 secara disiplin adalah kunci dari usaha melawan pandemi ini. Sebab, dipercaya atau tidak, covid-19 ini ada.

Baca Juga  Hakim Kabulkan MSAT Diadili Offline Pekan Depan

Bupati Sugiri juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Ponorogo sebab belum bisa menggelar Grebeg Suro seperti pada kondisi normal. Ia yakin, masyarakat Ponorogo sangat rindu dengan gebyar di Aloon-Aloon, pameran seni dan budaya, festival reyog dan berbagai kegiatan yang biasa dilaksanakan pada Grebeg Suro Ponorogo dan dicintai oleh masyarakatnya.

“Tapi kita ini sedang menerima pageblug, pendemi, bencana bernama covid-19 sehingga hal-hal tersebut belum bisa dilaksanakan. Semoga tahun depan sudah bisa jos lah (terselenggara normal),” ulasnya.

Peringatan 1 Muharam 1443 H atau 1 Suro 1955 Saka dan Rangkaian Hari Jadi ke-525 Kabupaten Ponorogo tetap dilaksanakan. Di antaranya adalah ziarah makam pendiri Ponorogo, istighosah, bedhol dan kirab pusaka serta jamasan pusaka. Semuanya digelar secara terbatas dan menerapkan protokol kesehatan ketat.

Share :

Baca Juga

Birokrasi

Mahasiswa UK Petra Surabaya Jajali Laboratorium LMS PETRAVERSE

Jatim

Sabu 3 Gram dan Ribuan Liter Miras Dimusnahkan Polres Magetan

Jatim

Diduga Konsleting Listrik, Gudang Penggilngan Padi di Ponorogo Terbakar

Jatim

Diduga Begal, Ternyata Hanya Salah Faham

Daerah

Menjadi Kunci Pengendalian Covid-19, Vaksinasi Booster Diberikan Pada Pedagang Pasar

Daerah

WakiI Ketua DPRD Jatim Ahmad Iskandar Beri Apresiasi untuk Polres Tuban Gagalkan Penyalahgunaan Pupuk Bersubsidi

Daerah

Pacu Digitalisasi di Kabupaten Lamongan Bank Jatim Beri Akses Pembayaran Jasa Layanan Kesehatan Gunakan Virtual Account

Health

Polres Ponorogo Gelar Serbuan Vaksinasi Dosis 1 di Desa Kedungbanteng