Home / Jatim

Sabtu, 24 Juli 2021 - 19:53 WIB

Jember Uji Coba PPKM Level 3 Bagi UMKM, Ketua DPD RI Beri Dukungan

Editor - ARSO

JEMBER, KANALINDONESIA.COM: Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mendukung uji coba penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 pada sektor Usaha Mikro, Kecil dan menengah (UMKM) di Kabupaten Jember.

Menurut LaNyalla, uji coba tersebut akan mampu mendorong ekonomi lokal bertahan di tengah pandemi.

“Sektor UMKM seperti pedagang kaki lima, warung-warung kecil dan sejenisnya sangat terdampak pelaksanaan PPKM Darurat. Mereka kesulitan berjualan karena adanya berbagai pembatasan. Jadi setelah berlakunya PPKM level 3 saya kira hal itu menjadi angin segar bagi para pelaku UMKM di Jember,” kata LaNyalla di sela masa reses di Jawa Timur, Sabtu (24/7/2021).

Uji coba yang digelar di Desa Kaliglagah, Kecamatan Sumberbaru, Jember, berupa tracing, vaksinasi, pembagian paket bahan pokok berisi beras dan masker. Pemkab juga membeli produk UMKM setempat.

Baca Juga  Penyaluran (BLT) DD, Desa Wringinanom, Warga: Terimakasih Pak Jokowi

Di masa perpanjangan PPKM, Jember masuk Level 3. Karena, dari 100.000 penduduk ada 50 sampai 150 kasus Covid-19, 10 sampai 30 yang dirawat di rumah sakit, dan 2 sampai 5 kasus meninggal. Pedoman itu mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021.

Di PPKM level 3, sektor UMKM terutama usaha makanan dan minuman boleh buka sampai pukul 21.00 WIB.

“Alhamdulillah sudah ada sedikit kelonggaran waktu. Tetapi harus diingat, semua tetap wajib menjalankan protokol kesehatan, dan mematuhi semua aturan di PPKM Level 3. Dengan langkah itu usaha kecil dan menengah bisa terus berjalan, kesehatan juga terjaga,” tuturnya.

Pemkab dan masyarakat Jember, lanjut LaNyalla, tidak boleh lengah dalam pemantauan perkembangan penularan Covid-19. Untuk itu, selain patuh protokol kesehatan, masyarakat segera mengikuti program vaksinasi.

Baca Juga  Kesenian Reog jadi Arak Arakan Pengantar KIB Daftar ke KPU, Sarmuji : Saya Bangga !

“Peran kepala lingkungan atau dusun, Ketua RT dan RW harus maksimal dalam mengontrol wilayahnya masing-masing. Sebisa mungkin Ketua RT/RW detil dalam memantau warga. Misalnya aktivitas sehari-hari pergi kemana saja, bertemu dengan siapa, kemudian dari sisi kesehatannya seperti apa dan lain-lain,” ucap Senator asal Jawa Timur itu.

Tak hanya mengontrol warganya, menurut LaNyalla, kepala dusun, Ketua RT atau Ketua RW harus terus memberi edukasi kepada masyarakat mengenai pola hidup sehat, bersih dan memahami prosedur pelaporan jika ada warga yang terpapar Covid-19 agar segera mendapatkan penanganan dan pelayanan kesehatan.(*)

Share :

Baca Juga

Jatim

Kades Bogempinggir Balongbendo Dilantik, Bupati : Tidak ada Produk Hukum dalam Perbedaan Data Itu

Daerah

Kepala BNPB Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Semeru

Jatim

Kuatkan Kapasitas Tenaga Pendamping Lapangan Prodamas Plus, Pemkot Adakan BIMTEK

Daerah

Tekan Lakalantas, Pengemudi Bus Terminal Purabaya Dites Urine

Jatim

Kelompok Rakyat (Relawan Kediri Yakin Anies Terbaik) deklarasikan dukung Anies maju dalam Pilpres 2024 mendatang

Jatim

Blackhoe Racing Team Ngawi, Raih 5 Peringkat Juara Even Matic Race 2022 Pacitan

Jatim

Warga Demeling Temukan Mayat Perempuan Mengambang di Sungai Grindullu Pacitan

Jatim

Polsek Mojoagung Bekuk Tiga Pengedar Narkoba