Home / Birokrasi / Daerah / Demokrasi / Hukum / Jatim / News / Peristiwa

Senin, 7 Juni 2021 - 23:13 WIB

Kasus Hilangnya Surat Rumah Milik Nenek Nashucah Berlanjut, Hakim Konfrontir Keterangan Saksi

Editor - ADDY

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kasus hilangngnya sertifikat rumah milik nenek Nashucah yang dijual oleh terdakwa Khilfatil Muna dan Yano Oktavianus Labert masih berjalan di meja hijau. Sidang dengan agenda keterangan saksi yang dikonfrontir majelis hakim ini berlangsung di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin (7/6/2021) malam.

Dua saksi yang keterangannya dikonfrontir majelis hakim diantaranya Notaris Eny Wahyuni beserta asistennya dan Joy Sanjaya Tjawa selaku pembeli.

Kepada hakim, Notaris Eny Wahyuni mengaku bahwa dalam pembuatan akta jual beli (AJB) telah ada kesepakatan dari kedua pihak. Yakni, Nashucah sebagai penjual dan Joy Sanjaya Tjwa sebagai pembeli, namun dihadapan Notaris diwakili oleh terdakwa Yano Oktavianus Labert.

Namun pernyataan notaris tersebut dimentahkan majelis hakim. Terkait pembeli yang pembeli diwakili Jano tanpa ada surat kuasa. Hal lain, yang disoal Majelis Hakim yaitu, saat AJB dibacakan ada Jano dan Nasuchah dengan nilai Rp200 Juta kemudian Nashucah keluar lalu masuk lagi.

Baca Juga  Jelang HUT Kemerdekaan RI ke-77, YPTA Surabaya Gelar Lomba Agustusan

Lebih lanjut, harga Rp200 Juta apakah wajar atau guna menghindari pajak lantaran jika menukil keterangan Joy Sanjaya Tjwa dipersidangan sebelumnya, dikatakan Rp400 Juta.

Majelis Hakim menganggap surat AJB yang dibuat Notaris adalah palsu. Pasalnya, dalam frasa kalimat AJB di katakan, kedua pihak sepakat dihadapan Notaris. Padahal fakta dari keterangan para saksi berbeda dengan frasa yang tertuang dalam AJB (Akta memuat keterangan yang tidak benar).

Majelis hakim juga menyoalkan soal Standart Operasional (SOP) dalam proses penjualan tanah milik nenek Nashucah. Sedangkan dalam isi akta juga berlaku kuitansi yang sah.

Baca Juga  Lagi lagi Lelet, Pemprov Jatim Kembali Telat Serahkan KUA PPAS. Sengaja apa Hoby ?

“Sesuai SOP-nya dalam proses penjualan sertifikat ini seperti apa. Padahal isi aktanya juga berlaku kuitansi yang sah,” tandas hakim

Majelis Hakim menilai, jika tidak maka berarti palsu karena yg menerangkan bukan pihak tapi Yano Oktavianus Labert. Sedangkan, keterangan Joy Sanjaya Tjwa selaku, pembeli bahwa ia dan Nashucah hadir dengan harga pembelian Rp400 Juta.

“Untuk harga yang sudah sesuai kesepakatan bu Nashucah dengan pihak kita yang diwakili oleh pak Jano,” terang Joy.

Atas keterangan para saksi bahwa sikap yang menyatakan tetap pada Keterangannya Majelis Hakim akan menentukan sikap siapa yang akan ditetapkan sebagai tersangka baru dalam perkara kejahatan intelektual yang merugikan Nashucah sebagai pemilik rumah. Ady

Share :

Baca Juga

Budaya

Kyai Ageng Hasan Besari dan Pesantren Gebang Tinatar, Tegalsari Ponorogo

Daerah

Kabar Gembira, Ada Platform Online Pengacara Jombang, Warga Bisa Konsultasi Gratis

Jabar

Polsek Indramayu Gelar Patroli Strong Point Antisipasi Gangguan Kamtibmas
proses pembangunan rumah warga

Peristiwa

Semakin Gencar Dukungan Warga Miosnum Untuk Satgas TMMD Kodim 1709/Yawa

Hukum

Peras Penyuka Sesama Jenis di Ponorogo, Tiga Oknum Wartawan Dicokok Polisi

ACEH

Bhayangkara Seulawah Expo 2022 segera Digelar, Polda Aceh Matangkan Persiapan

Maluku Utara

Nurul Asnawiah Siap Maju di Pileg DPRD Tikep 2024

Jatim

Pembiaran POM Mini, di Lamongan Belum adanya Regulasi yang Jelas