Home / Nasional / News / Opini

Rabu, 5 Januari 2022 - 21:14 WIB

Ketua DPR RI Berharap Pemberian Gratis Bagi Masyarakat Kurang Mampu di Program Vaksin Dosis Ketiga

Editor - rudi

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Sejak pekan terakhir ini Ketua DPR RI Puan Maharani mengingatkan masyarakat yang belum di vaksin Covid-19 untuk segera di vaksin dan mengharap pemerintah mempercepat pemberian dosis ketiga atau booster.

Harapan Puan itu dijawab oleh pemerintah yang mengumumkan bahwa pemerintah memutuskan akan memulai program pemberian dosis ketiga vaksin Covid-19 pada 12 Januari 2022 mendatang.

Booster vaksin ditargetkan mulai dijalankan pada 12 Januari 2022 untuk golongan dewasa, dan saat ini masih menunggu hasil riset Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI).

Rencana pemerintah tersebut, tentu mendapat dukungan penuh dari Puan yang berharap agar vaksin dosis ketiga ini dapat diberikan secara gratis untuk masyarakat.

“DPR RI memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program booster vaksin Covid-19. Kami harapkan booster vaksin diberikan tanpa ada pungutan bayaran, sebab keselamatan masyarakat adalah yang utama,” kata Puan dalam pernyataan pers di Jakarta (6/12/2022).

Baca Juga  Presiden Berduka atas Tragedi di Kanjuruhan, Minta Liga 1 Dihentikan Sementara

Menurutnya, pemerintah harus memastikan seluruh rakyat kurang mampu masuk dalam daftar Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan, baik itu lansia atau golongan umum. Sehingga masyarakat dari kelompok tersebut betul-betul mendapat pelayanan kesehatan, tanpa perlu mengkhawatirkan biaya.
Kabar baiknya, hal yang ditekankan oleh Puan ini selaras dengan rencana pemerintah yang telah menyatakan akan memberikan vaksin dosis ketiga secara gratis bagi lansia dan PBI BPJS Kesehatan.

Dalam siaran pers yang dilansir Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden pada Senin (3/1) Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut, vaksin tersebut akan diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua dengan jangka waktu lebih dari enam bulan.

“Vaksinasi booster ini juga akan diberikan dengan jangka waktu di atas enam bulan sesudah dosis kedua. Kita identifikasi ada sekitar 21 juta sasaran di bulan Januari yang sudah masuk ke kategori ini,” ujar Menkes usai mengikuti rapat terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo.

Baca Juga  Partai Nasdem Deklarasikan Anies Baswedan Bakal Calon Presiden 2024, Surya Paloh : He is the Best !

Budi mengatakan bahwa vaksinasi booster akan diberikan kepada kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70 persen dosis pertama dan 60 persen dosis kedua.

“Jadi sampai sekarang ada 244 kabupaten kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut,” ucap Menteri Kesehatan.

Menkes menuturkan, pemerintah telah mengamankan stok vaksin booster sekitar 113 juta dosis vaksin dari total kebutuhan sebanyak 230 juta dosis. Terkait jenis vaksin yang akan digunakan, akan diputuskan setelah adanya rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Share :

Baca Juga

Birokrasi

Kasus Korupsi Proyek Pembangunan SMKN 10 Malang, Kepsek Dituntut Jaksa 5 Tahun dan Wakasek 1,5 Tahun Penjara

Ekbis

Wow, POCO M4 Pro Punya Spesifikasi Maksimal dan Harganya Murah

Birokrasi

Wow.. Hampir 6 Tahun ICBB Digelar UHW Perbanas Surabaya

Nasional

Presiden Jokowi Terima Laporan Tahunan 2021 Ombudsman RI

Birokrasi

Rektor UK Petra Surabaya Resmikan Ruang VTB dan Podcast

Birokrasi

Pengacara Pendiri Sekolah SPI Angkat Bicara: Pelapornya Alumni Tahun 2011

News

Hamdan Zoelva: Gugatan PTUN Moeldoko Terhadap Menkumham Tidak Berdasar Hukum

Nasional

Presiden Jokowi Sampaikan Lima Agenda Besar Nasional