Home / Daerah / Jatim

Selasa, 31 Agustus 2021 - 18:42 WIB

Kok Bisa ya Jatim Investasinya Tertinggi Tapi Penduduk Miskin Ekstrimnya Ke Dua Nasional, Anwar Sadad : Katanya Banyak Keberhasilan ?

Editor - ANANG

SURABAYA KANALINDONESIA.COM : Tingginya Angka kemiskinan ekstrim di Jawa Timur membuat banyak kalangan kaget. Salah satunya Wakil Ketua DPRD Jatim Anwar Sadad. Seolah membongkar topeng palsu dari apa yang sering disampaikan oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa bahwa banyak keberhasilan yang sudah dicapai di Jawa Timur. Nyatanya BPS bilang Jatim nomer 2 tertinggi angka kemiskinan ekstrim.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, penduduk miskin ekstrem di Jawa Timur mencapai 1,7 juta orang atau 4,4 persen.

 

Masih menurut Anwar Sadad, tingginya angka kemiskinan ekstrim di Jatim itu berbanding terbalik dengan sederet capaian keberhasilan yang dipamerkan oleh Pemprov Jatim.

“Terkait dengan angka kemiskinan ekstrem sampai pada angka 1,7 juta orang atau 4,4% dari total penduduk Jawa Timur, ini relatif yang sangat tinggi. Menjadi mengagetkan karena pada sisi lain Gubernur menyampaikan di hadapan publik keberhasilan-keberhasilan yang dicapai oleh pemerintah Jawa Timur,” katanya pada Selasa (31/8).

Ketua DPD Gerindra Jawa Timur itu menandaskan, sederet penghargaan seperti capaian tertinggi investasi ternyata tidak mampu mengangkat warga Jatim dari jurang kemiskinan.
“Penghargaan dari bkpm misalnya bahwa Jawa Timur juara dan dalam hal investasi dalam negeri kemudian produktivitas pertanian menggeliat karena pertumbuhan pertanian semakin membaik,” katanya.

Baca Juga  PKS Buka Posko Pengaduan Bantu Korban Kerusuhan Kanjuruhan Malang

Sekadar diketahui, Bank Dunia menetapkan dua set batasan kemiskinan internasional yaitu 1,90 dollar AS PPP sebagai batas extreme poverty dan 3,20 dollar AS PPP sebagai batas poverty.

Angka konversi PPP menunjukkan banyaknya rupiah yang dikeluarkan untuk membeli sejumlah kebutuhan barang dan jasa dengan jumlah yang sama, dibandingkan dengan barang dan jasa yang dapat dibeli dengan harga 1 dollar AS.

Anwar Sadad juga menyoroti lambannya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Jatim 2021. Pasalnya, penyerapan yang tidak optimal itu hanya akan menghambat pemulihan ekonomi Jatim ditengah pandemi.

“Ketika Presiden Jokowi kemarin menegur bahwa penyerapan APBD Jatim minim gubernur memberikan counter bahwa penyerapan APBD Jawa Timur lebih baik dari tahun lalu. APBD memang hanya stimulan, tetapi stimulasi tersebut bisa menggerakkan perekonomian Jawa Timur akan tetapi kalau sampai september 2021 masih kecil masyarakat tidak terstimulasi untuk menggerakkan ekonominya,” tambahnya.

Baca Juga  Korban Meninggal Peristiwa Kanjuruhan Asal Magetan Dimakamkan

Anwar Sadad berharap agar Pemprov Jatim melakukan terobosan untuk melakukan kebijakan guna mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem.

Dia berharap agar para birokrat handal di lingkungan Gubernur Khofifah segera merumuskan kebijakan yang extra-ordinary, agar perekonomian Jawa Timur segera bangkit dan penduduk miskin ekstrem bisa segera ditekan.

“Harapan saya teknokrat teknokrat yang ada di lingkungan sekitar itu Gubernur benar-benar merumuskan langkah-langkah yang tidak biasa. Langkah-langkah yang extra Ordinary dengan skill dan pemahaman tentang ekonomi membuat terobosan inovasi yang memang memiliki dampak besar tidak hanya sebatas bernuansa slogan dengan bahasa-bahasa yang keren saja,” katanya.

Sementara itu di provinsi Jawa lainnya yakni Jawa Barat, jumlah penduduk miskin ekstrim mencapai 1,8 juta orang dengan persentase sebesar 3,6% dam Jawa Tengah dengan angka kemiskinan ekstrem mencapai 1,5 juta dengan persentase mencapai 4,4%. nang

Share :

Baca Juga

Jatim

Tinggalkan Tugas Dinas, Anggota Polres Ponorogo Diberhentikan Dengan Tidak Hormat

Jatim

Khofifah Hadir di Muswil IX PPP Jatim, Simbol Dukung Siapa ?

Daerah

Bupati Kediri Beri Santunan Anak Yatim se Kabupaten Kediri

Daerah

Sahat Tua Simanjuntak Sarankan Kabupaten Kota Di Jatim Contoh Kesuksesan Kabupaten Malang

Jabar

Personel Polsek Indramayu Monitoring Pendisplinan Prokes di Pasar Tumpah Desa Karangsong

ACEH

Kapolda Aceh Terima Audiensi Presiden Direktur PT. SBA

DKI

BAZNAS Permudah Masyarakat Berkurban Lewat Grab dan BenihBaik

Daerah

Bank Jatim Permudah Transaksi pada 8 Layanan Publik Kota Mojokerto