Menu

Mode Gelap
Saksi Kunci Sebut BBM Hasil Penggelapan Dijual ke PT Bahana Line Kepergok Selingkuh, Ribut Winarko Cekik dan Tusuk Istri 8 Kali Tukang Las Asal Sidoarjo Dituntut Jaksa Hukuman Mati Sidang Mafia BBM Laut, Jaksa Cecar Direksi PT Bahana Line Soal Keluar Masuk Uang Perusahaan Jaksa Tuntut Mantan Panpel Arema FC Abdul Haris 6 Tahun 8 Bulan Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang

Kanal Budaya dan Wisata · 14 Des 2022 11:15 WIB

Konflik Sampit 2002, Suku Dayak vs Suku Madura, dalam Puisi Denny JA: Amarah yang Terpendam, Kesedihan yang Puitis


 Konflik Sampit 2002, Suku Dayak vs Suku Madura, dalam Puisi Denny JA: Amarah yang Terpendam, Kesedihan yang Puitis Perbesar

Oleh : IRINE HIRASWARI GAYATRI

Penulis adalah Kandidat Ph.D pada Monash Gender, Peace and Security Centre, School of Social Sciences, Monash University, Australia. Peneliti senior di Pusat Kajian Politik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Puisi Esai Denny JA dalam buku Jeritan Setelah Kebebasan seperti ‘kotak Pandora’. Ketika membuka halaman pertama, untaian kata-kata akan menarik memori kita jauh ke dalam ‘masa lalu’ yang masih terasa dekat.

Rekam Jejak Kekerasan Pasca-Soeharto
Hampir tiga dekade, kenangan tentang sistem politik otoriter Indonesia yang mendapat tantangan berkelanjutan selama tahun 1998 dan mengakibatkan pengunduran diri Presiden Soeharto dari jabatannya masih abadi.

Periode perubahan tersebut disambut gegap gempita oleh sebagian besar rakyat biasa yang ingin melihat reformasi politik dan ekonomi yang berarti.

Dua bulan setelah pemilihannya kembali untuk masa jabatan 5 tahun ketujuh pada bulan Maret, tekanan rakyat memaksa Soeharto untuk mengundurkan diri demi Wakil Presiden pilihannya, B.J. Habibie.

Di tengah gejolak setuju versus tidak setuju, Presiden baru segera mengumumkan serangkaian langkah untuk mengatasi masalah hak asasi manusia domestik dan internasional.

Faktanya, walaupun banyak warga mempertanyakan legitimasinya karena kedekatannya dengan Soeharto, Presiden Habibie segera membentuk kabinet dengan banyak pejabat di dalamnya berasal dari Kabinet Soeharto terakhir.

Artikel ini telah dibaca 159 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Referensi Penerbit Internasional Bereputasi?

7 Februari 2023 - 17:47 WIB

Mari Awasi Bersama, Kerawanan Pembentukan Pantarlih Pemilu 2024

30 Januari 2023 - 21:11 WIB

Dari Minangkabau Untuk Dunia

30 Januari 2023 - 21:06 WIB

Siapakah Kader Banteng yang Ditunjuk Sebagai Penerus Jokowi Menuju Generasi Emas Indonesia Digdoyo, Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur?

28 Januari 2023 - 11:30 WIB

Kualitas Kemajemukan, Kebangkitan, dan Kemajuan Sulawesi Selatan – Indonesia Raya dalam Negara Pancasila

27 Januari 2023 - 18:55 WIB

Mengenal Suripto dan Sejarah Terciptanya Lagu “Magetan Kumandang”

23 Januari 2023 - 09:44 WIB

Trending di Kanal Budaya dan Wisata