Menu

Mode Gelap
Saksi Kunci Sebut BBM Hasil Penggelapan Dijual ke PT Bahana Line Kepergok Selingkuh, Ribut Winarko Cekik dan Tusuk Istri 8 Kali Tukang Las Asal Sidoarjo Dituntut Jaksa Hukuman Mati Sidang Mafia BBM Laut, Jaksa Cecar Direksi PT Bahana Line Soal Keluar Masuk Uang Perusahaan Jaksa Tuntut Mantan Panpel Arema FC Abdul Haris 6 Tahun 8 Bulan Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang

Kanal Birokrasi · 5 Jan 2023 19:18 WIB

Menteri Anas Ungkap Beberapa Indikator yang Pengaruhi Tunjangan Kinerja


 Menteri Anas Ungkap Beberapa Indikator yang Pengaruhi Tunjangan Kinerja Perbesar

BIROKRASI, KANALINDONESIA.COM: Menteri Anas ungkap, Kalau nilai RB (reformasi birokrasi) diukur hanya untuk menaikkan tunjangan kinerja (Tukin).

Maka ke depan dampaknya akan kecil untuk rakyat, karena hanya mengukur dampk di internal birokrasi saja.

“Tentu untuk menaikkan tunjangan kinerja ini ukurannya bukan hanya nilai RB, nilai RB itu ada di Kemenpan RB,” kata Menpan Anas, dilansir dari Channel Youtube CNBC Indonesia, Kamis (5/11/2023).

Menteri Anas mengatakan, tapi sudah WTP belum, di rencananya seperti apa dan seterusnya, sehingga ada indikator-indikator itulah yang mendorong nilai RB nya naik.

Seperti itu sehingga kemudian Tukin bisa dinaikkan berapa persen 40% 60% 80%, oleh karena tunjangan kinerja ini salah satu dari RB.

Maka sekarang reformasi birokrasi ini, atas arahan presiden kita fokus ke RB yang berdampak.

“Selama ini reformasi birokrasi itu kan ada 8 area perubahan lebih di hulu, nah hilir mesti berdampak,” ungkap Anas.

“Kita ini sibuk dampak buat rakyat siang malam,” ujarnya.

Oleh karena itu, saran presiden kemudian kami tetapkan sekarang, kami fokus dari reformasi birokrasi berdampak.

Pertama adalah RB tentang kemiskinan, kalau tata kelola programnya dan penanganan kemiskinan yang bagus di kabupaten itu maka RB naik.

Ke dua adalah terkait dengan penanganan investasi, kalau layanan investasi bukan hanya di dinas investasi.

“Tapi juga ada di PU, iklim pelayanan dan seterusnya, kalau dia bagus pelayanannya pasti investasi naik,” terangnya.

Jika investasi naik berarti lapangan pekerjaan tersedia, banyak lapangan kerja banyak, berarti penanganan kemiskinan juga akan turun.

Jadi kami fokus disitu, nilainya pasti kelihatan kalau daerahnya fokus inovasi penanganan kemiskinan, tata kelolanya benar, pasti penanganannya bagus.

ke tiga adalah digitalisasi, prioritas digitalisasi ini, kalau digitalnya jalan pasti pelayanannya cepat, pasti pelayanan lebih transparan lebih akuntabel.

Maka digitalisasi ini bisa memotong mata rantai-rantai bisnis proses yang panjang menjadi pendek.

Sama ketika saya jadi kepala LKPP dari 8 bisnis proses saya potong menjadi dua sehingga memotong mata rantai yang panjang.

Sehingga produk katalognya dari setahun rata-rata 52000 sampai 90000 sekarang sudah 2 juta. Ini karena bisnis proses yang kita buat.

Ke tiga adalah penanganan prioritas presiden yaitu inflasi dan belanja e-katalog dalam negeri.

Bagaimana menangani inflasi yang terukur, kalau katalognya jalan dampaknya jelas, produk dalam negeri dan produk lokalnya akan mudah dibeli.

Proses pengerjaan cepat dan rakyat akan segera merasakan, misalnya aspal bisa dimasukkan katalog kemudian pembangunan jalan bisa katalog paving juga dan tidak perlu lelang yang panjang.

Maka di triwulan pertama, rakyat pasti akan merasakan dampak dari program pembangunan.

“Inilah yang kita dorong, reformasi berdampak tadi, nah kalau berdampak dirasakan rakyat saya kira birokrasi kita juga akan mendapatkan tempat yang semakin baik di hati rakyat,” pungkasnya. (Iswan_KanalIndonesia.com)

Artikel ini telah dibaca 753 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Terkait Usulan Kenaikan Biaya Haji 2023, Ini Respon Kepala Kanwil Kemenag NTB

23 Januari 2023 - 10:07 WIB

Kanwil Kemenkumham NTB Gelar Sepeda Santai pada Hari Bhakti Imigrasi ke-73, Ini Tujuannya

22 Januari 2023 - 13:06 WIB

Terbaik Sepanjang Sejarah, PLN Raih 15 Penghargaan Proper Emas dan CEO Green Leadership Utama

30 Desember 2022 - 12:38 WIB

Pemilihan Ketua LPMK Medokan Ayu, Abah Tindik Optimistis Angkat Perekonomian Warga

19 Desember 2022 - 11:57 WIB

Gubernur Ridwan Kamil Segera Rilis Super Apps Sapawarga

18 Desember 2022 - 11:35 WIB

Stikosa-AWS Raih Penghargaan Sebagai Mitra Kerja Terbaik DTS 2022 BPSDMP Komifo Surabaya

16 Desember 2022 - 19:11 WIB

Trending di Kanal Birokrasi