Menu

Mode Gelap
Bersama Pemkab Ponorogo, UMPO Launching Aplikasi Digital-Media Reka Creative Desa Gagal Pengereman, Hasil Penyelidikan Laka Bus Wisata di Magetan Grup Band Slank Bakal Ramaikan Kota Tidore 3 Terdakwa Kasus Ambruknya Seluncur Kenpark Diadili di PN Surabaya Operasi Skala Besar Gengster, Jajaran Polrestabes Surabaya Amankan 26 Orang Pemuda

Kanal Opini · 18 Okt 2022 18:51 WIB

Menyongsong Hari Santri 2022, Peran Santri masa Kini


					Menyongsong Hari Santri 2022, Peran Santri masa Kini Perbesar

Oleh: ALFAN FAHMI (Ali)

Penulis adalah: Mahasiswa Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, UIN Sunan Kalijaga

Menyongsong Hari santri di tahun 2022 yang akan dilaksanakan pada tanggal 22 Oktober besok. Masih banyak yang belum mengetahui peran santri dalam kemerdekaan Indonesia. Dalam sejarahnya, Hari Santri tak lepas kaitannya dengan perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia. Pada 22 Oktober 1945, KH Hasyim Asy’ari memimpin perumusan fatwa ‘Resolusi Jihad’ di kalangan kiai pesantren.

‘Resolusi Jihad’ tersebut diserukan kepada para santri dan ulama di berbagai penjuru daerah. Dalam Resolusi Jihad, setiap muslim diwajibkan untuk membela Tanah Air dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari para penjajah.

Resolusi jihad adalah salah satu bukti sumbangsih penting dari pesantren untuk negeri. Bahwa kyai, santri, dan pesantren turut menjadi elemen penyusun berdirinya negeri ini. Sejak awal, pesantren menjadi penggerak dan gerilya untuk mengusir penjajah.

Resolusi jihad tetaplah menjadi resolusi jihad sebuah sejarah yang harus dan tetap diingat. Jadi perjuangan dalam resolusi jihad bukan lagi mengangkat bambu runcing tetapi menghadapi sebuah persoalan kontemporer. Persoalan baru akan terus tumbuh seiring berjalannya waktu, pastinya memerlukan solusi untuk memecahkan persoalan tersebut. Isi resolusi jihad salah satunya setiap muslim wajib memerangi orang kafir yang merintangi kemerdekaan Indonesia.

Dalam peluncuran Hari Santri 2022 yang disiarkan langsung melalui channel youtube Kemenag RI, Selasa (27/09/2022) lalu, Menag Yaqut mengenalkan tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”. Menurut Yaqut, tema Hari Santri 2022 mengandung pesan bahwa santri adalah pribadi yang selalu siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara. Santri dengan segala kemampuannya, bisa menjadi apa saja. Santri tidak hanya ahli ilmu agama, tetapi juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Meski bisa menjadi apa saja, santri tidaklah melupakan tugas utamanya menjaga agama. Menjaga martabat kemanusiaan adalah salah satu tujuan diturunkannya agama,” ucap Yaqut dikutip dari laman resmi Kemenag RI. “Sebagai insan yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai agama, santri harus selalu menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” imbuhnya.

Menghadapi tantangan zaman masa kini dimana era modernisasi, yang teknologi semakin maju. Salah satu modernisasi yang ada sekarang ini yakni dimana penggunaan situs internet sudah mendunia. Media massa dari luar negeri dapat diakses dengan cepat dan mudah. Dalam ranah lingkunagn kemasyarakatan, etika dan moral mulai menurun drastis khususnya dikalangan pemuda.

Peran santri disini memberi tauladan untuk masyarakat sekitar terkhususnya pemuda sebagai penerus kepemimpinan bangsa. Dampak sistem online membawa dampak negatif dan positifnya. Teknologi bisa bermanfaat tergantung dengan pengguunannya, sehingga alangkah baiknya bila teknologi diisi dengan materi kerohanian. Santri yang intelektual pastinya akan bijak bersosial media. Disambung dengan perbaikan akhlak yang sekarang ini kian menurun yang ada di kalangan pemuda.

Seorang santri disini harus jadi penggerak yang mengajak ke arah kebaikan dan juga menjadi contoh dalam melakukan kebaikan itu sendiri. Apa yang dipelajari di pesantren tidak hanya diimplementasikan di dunia nyata tetapi juga dunia maya. Karena kemajuan teknologi bukan untuk menurunkan, etika, moral pemuda tetapi seharusnya membuat pemuda itu semakin beretika dan bermoral. Apalagi pemuda adalah estafet penerus kepemimpinan bangsa ini. Dengan moral dan etika masyarakatnya yang tinggi inilah menjadikan bangsa Indonesia bermartabat.

Artikel ini telah dibaca 229 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Wajah KAHMI Pasca Munas XI

30 November 2022 - 23:18 WIB

Menjaga Keutuhan Bangsa

25 November 2022 - 10:13 WIB

Memaknai Hari Guru

25 November 2022 - 08:27 WIB

Pemuda 23 tahun Asal Desa Banyu Urip Lombok Tengah-Nusa Tenggara Barat Berhasil Ekspor Kopi 18 Ton ke Malaysia

9 November 2022 - 06:58 WIB

Azerbaijan Rayakan Ulang Tahun Kedua Hari Kemenangan Atas Pendudukan Armenia

3 November 2022 - 13:39 WIB

Pertarungan Nasab dan Nasib

31 Oktober 2022 - 17:01 WIB

Trending di Kanal Opini