Home / Nasional

Jumat, 23 September 2022 - 02:11 WIB

Penyesuaian Biaya Perjalanan Haji, Ini Penjelasan Dirjen PHU Kemenag RI

Editor - ISWAN

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Acara pembukaan Kantor Fungsional Bank Banten Jawa Barat (BJB) Syariah di Kantor Kementerian Agama Jakarta Timur, Kamis (22/9/2022).

Pada acara tersebut, Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief berbicara tentang kemungkinan adanya penyesuaian biaya perjalanan ibadah haji atau Bipih.

Bipih adalah sejumlah uang yang harus dibayar oleh warga negara yang akan menunaikan ibadah haji. Tahun 2022, Bipih yang dibayarkan jemaah hanya Rp39,8 juta dari total biaya haji Rp98 juta.

“Tahun depan, kemungkinan akan ada pembiayaan yang proporsional. Kita harus menjaga keberlangsungan jemaah haji yang akan berangkat dengan mengawal keuangan jemaah,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dilakukan juga penandatanganan MoU antara Bank BJB Syariah dengan Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIH) Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga  13 Pati Polri Mendapatkan Kenaikan Pangkat, ini Daftarnya

Hilman lalu menyinggung soal pentingnya jamaah memahami konsep istitha’ah (kemampuan) yang menjadi syarat haji. Menurutnya, konsep itu mencakup kemampuan secara fisik (kesehatan) dan juga material (biaya haji). Kewajiban haji diperuntukkan bagi mereka yang istitha’ah.

“Jama’ah harus lebih diberikan pemahaman terkait istitha’ah, termasuk aspek biaya,” pesan Hilman kepada para pengurus KBIHU yang hadir.

Kuota jemaah haji Kota Jakarta Timur paling banyak dibandingkan kota dan kabupaten lainnya di wilayah DKI Jakarta. Hilman berharap para pimpinan KBIHU ikut membantu memberikan pemahaman dan pencerahan kepada jemaahnya terkait konsep istitha’ah, pembatasan kuota, termasuk masalah pembatasan usia jemaah haji.

Baca Juga  Ahli Hidrologi Ingatkan Masyarakat Tetap Waspada akan Bencana Hidrometeorologi

“Jumlah haji terbanyak adalah Jakarta Timur, para pimpinan KBIHU diharapkan ikut membantu memberikan pencerahan kepada jemaah agar bersabar, khususnya dari usia dan kuota,” terangnya.

Dengan jumlah kuota haji tahun ini yang hanya berkisar 50%, masa tunggu jemaah di DKI Jakarta mencapai 56 tahun. “Semoga tahun depan kuota dapat kembali normal sehingga waktu tunggu DKI dapat lebih singkat,” harapnya

Hadir, Kepala Kanwil Kemenag DKI Jakarta Cecep Khairul Anwar, Wakil Walikota Jakarta Timur Hendra Hidayat, Kepala Kemenag Jakarta Timur Zulkarnain, Perwakilan MUI Jakarta Timur, serta Perwakilan FK KBIHU Jakarta Timur. (Iswan_KanalIndonesia.com).

Share :

Baca Juga

Nasional

Presiden Akan Bagikan Bansos Hingga Resmikan Infrastruktur di Jabar dan Jateng

Birokrasi

Restorative Justice Diterapkan Kejari Surabaya, Kasus Ojol Aniaya Dihentikan

Nasional

Ketua DPD RI Minta Petugas PPKM Darurat Sensitif ke Pelaku Usaha Kritikal dan Esensial

Nasional

Ke Jawa Timur, Presiden Akan Resmikan Bandara Hingga Luncurkan Holding Industri Pertahanan

Ekbis

BAZNAS Bedah Puluhan Rumah Tidak Layak Huni di Jabodetabek

Demokrasi

SETARA Institute : Suara Mahasiswa Harus Jadi Atensi Utama

Nasional

Hasil Sero Survei: 99,2 Persen Masyarakat Indonesia Sudah Miliki Antibodi Covid-19

Nasional

Presidensi G20 Indonesia Akan Jadi Katalis Pemulihan Ekonomi Global yang Inklusif