Home / Jateng

Minggu, 26 Juni 2022 - 16:58 WIB

Petani Pemalang Kembali Menjerit

Editor - ARSO

PEMALANG, KANALINDONESIA.COM: Sulitnya mendapatkan pupuk subsidi bagi para petani di Kabupaten Pemalang menambah permasalahan baru, disamping infrastruktur jalan bagi masyarakat yang belum kunjung terselesaikan. Mereka terpaksa menaikan ongkos bertaninya untuk menjaga tanaman padi tetap subur.

Disamping kelangkaan jatah pupuk Subsidi yang ditetapkan pemerintah juga banyak dikeluhkan para pahlawan pangan ini, kondisi tersebut disiasati dengan mengurangi jadwal pemupukan bagi tanamanya .

Salah satu petani padi di Desa Taman, Kecamatan Taman, Pemalang Ramidi (53) ketika ditemui awak media Sabtu (25/06/2022) kemarin. Mengaku saat ini tengah kesulitan, mendapatkan pupuk subsidi jenis urea dan NPK Phonska .

Baca Juga  Tertawa Dibalik Derita Rakyat, Cerita Kelam Tradisi Panjat Pinang Jelang HUT RI

” Betul mas di sini lagi susah, mendapatkan pupuk walaupun pakai Kartu Tani tapi dari distributor agak sulit,” tuturnya.

Ramidi sendiri hanya mendapatkan jatah 33 kilogram pupuk subsidi, seharga Rp83 ribu untuk 2.500 meter persegi, atau seperempat hektar sawahnya jatah itu jauh dari kebutuhan pupuk normal.

“Normalnya seperempat hektar, diberi pemupukan 1 kwintal terpaksa beli pupuk non subsidi yang harganya lebih tinggi. Kalau merk MKP Rp125 ribu per 25 kilogram,” ungkapnya.

Baca Juga  Warga Binaan Rutan Pemalang Terima Pembinaan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara

Masih menurut Ramidi dalam sekali tanam normalnya padi perlu dipupuk sebanyak 3 kali dalam waktu 90 hari.

Namun imbas dari kelangkaan dan minimnya jatah pupuk subsidi dirinya terpaksa hanya memupuk 2 kali dalam waktu 90 hari .

Dirinya mengakui tak masalah jika pemerintah mencabut pupuk subsidi, namun dirinya berharap, agar harga pupuk nantinya tetap stabil.

“Juga harus diimbangi dengan harga gabah biar kaya dulu waktu sebelum krisis moneter,” pintanya.

Ragil – 74.

Share :

Baca Juga

Jateng

Ratusan Pekerja Seni Pemalang, Geruduk Kantor Bupati

Jateng

Tokoh Seknas Dikabarkan Meninggal Karena Covid -19

Jateng

Tanah Longsor Banjarnegara,Satu Warga Meninggal

Jateng

Puan Maharani Dijadwalkan Resmikan Pasar Legi Solo

Jateng

Kunker ke Sukoharjo, Puan Resmikan Rusun Ponpes Azzayadiy dan Sanggar Inklusi

Jateng

Ribuan Warga Telah Mati, Randu Alas Tetap Kokoh Berdiri

Jateng

Tipu Korban Hingga Miliaran, Dua Wanita Pelaku Bandar Arisan Bodong Diringkus Polisi

Jateng

Tertinggi di Indonesia, 34.196 Pelanggar Lalin di Jateng Terjaring Lewat ETLE