Home / Jateng

Selasa, 20 September 2022 - 23:13 WIB

Petrokimia Gresik Gandeng Polda Jawa Tengah Perketat Pengawasan Penyaluran Pupuk Bersubsidi

Editor - ARSO

SEMARANG, KANALINDONESIA.COM: Petrokimia Gresik, kembali memperkuat pengawasan dalam penyaluran pupuk bersubsidi dengan meggandeng Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Utama Petrokimia Gresik, Dwi Satriyo Annurogo bersama Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (19/9/2022).

Dwi Satriyo menyampaikan bahwa, sebagai anggota holding Pupuk Indonesia yang mendapat amanah untuk menyalurkan pupuk bersubsidi ke berbagai pelosok di tanah air, pengamanan dalam penyaluran pupuk bersubsidi adalah prioritas. Untuk itu, pihaknya terus memperkuat pengawasan dalam pendistribusiannya, dengan menggandeng Aparat Penegak Hukum (APH) di berbagai daerah untuk memastikan pupuk bersubsidi benar-benar diterima oleh petani yang berhak sesuai dengan e-RDKK dan regulasi yang berlaku, dalam hal ini Peraturan Menteri Pertanian No 10 Tahun 2022 dan Peraturan Menteri Perdagangan No 13 Tahun 2013.

“Pupuk bersubsidi memiliki peranan vital dalam ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu pupuk ini harus sampai di tangan petani yang berhak sesuai dengan prinsip 6T (tepat jenis, tepat jumlah, tepat harga, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat mutu). Kami berharap melalui kolaborasi dengan Polda Jawa Tengah ini, dapat mencegah praktik penyelewengan pupuk bersubsidi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab,” tandas Dwi Satriyo.

Baca Juga  Susah Dapat Solar, PLt Bupati Pemalang Sambangi Nelayan Desa Mojo

Nota Kesepahaman ini, diantaranya mengatur tentang pengamanan dan pengawalan penyaluran pupuk bersubsidi Petrokimia Gresik; penegakan hokum atas pelanggaran ketentuan penyaluran pupuk bersubsidi; sosialisasi peraturan perundang-undangan di bidang pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi kepada seluruh elemen yang terlibat, serta pelibatan personel, sarana, dan prasarana guna mendukung kelancaran pengamanan, pengawalan, dan penegakan hokum penyaluran pupuk bersubsidi.

Sementara itu, Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan bahwa Petrokimia Gresik adalah Objek Vital Nasional (Obvitnas) yang mengelola pupuk bersubsidi untuk petani di dalam negeri dan juga memiliki andil dalam pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19. Sehingga keberlangsungan perusahaan harus terjaga dari potensi ancaman, gangguan, dan hambatan.

“Tujuan dari Nota Kesepahaman ini untuk terwujudnya pengamanan dan pengawalan dalam penyaluran pupuk bersubsidi. Semoga kerjasama ini dapat memberikan dampak positif dalam pendistribusian pupuk,” tandas Kapolda Jawa Tengah.

Kolaborasi dengan APH untuk memperkuat pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi tidak hanya dilakukan di Jawa Tengah. Sebelumnya, Petrokimia Gresik juga telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan, Kejati Jawa Timur dan dalam waktu dekat akan melakukan penandatanganan dengan Kejaksaan Negeri Gresik.

Baca Juga  Kakek Hidup Sebatang Kara Ditemukan Meninggal Dunia

“Pengawasan penyaluran pupuk subsidi di lapangan tidak bias hanya dilaksanakan oleh kami sebagai produsen, melainkan butuh dukungan dari berbagai pihak. Semakin banyak pihak yang proaktif maka pengawasannya akan semakin ketat,” tandasnya.

Lebih lanjut Dwi Satriyo menambahkan, selain berkolaborasi dengan APH, Petrokimia Gresik juga telah menerapkan digitalisasi untuk memperkuat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi. Diantaranya melalui Distribution Planning & Control System (DPCS), Warehouse Management System (WMS), Sistem Scheduling Truk Online (SISTRO), dan Petrokimia Gresik Port Information System (Petroport).

“Aplikasi ini diciptakan untuk memperkuat pengawasan di seluruh jaringan distribusi yang menjadi tanggungjawab Petrokimia Gresik. Mulai dari pabrik (Lini I) hingga ke kios-kios resmi (Lini IV). Melalui aplikasi digital ini, pengawasannya akan semakin dimudahkan dan real time,” pungkas Dwi Satriyo.

Sebagai informasi, pupuk bersubsidi merupakan amanah dari negara yang penyalurannya sebagian ditugaskan kepada Petrokimia Gresik. Berdasarkan Permentan Nomor 10 Tahun 2022, pupuk bersubsidi terdiri dari Urea dan Phonska dan peruntukannya dibatasi pada Sembilan komoditas utama yakni padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu, kopi dan kakao.

Share :

Baca Juga

Jateng

PT Artha Mulia Beton Keluarkan Surat Pemberitahuan, Berikut Isinya

Jateng

Dinas Sosial KBPP Pemalang Gelar Rapat Tekhnis BPNT

Daerah

Kembali Berikan Penguatan Mitigasi Risiko, Kakanwil Kemenkumham Jateng Kumpulkan UPT Eks-Karesidenan Kedu dan Banyumas

Budaya

Pegongsoran, Desa Dekat Kota Pemalang yang Masih Pertahankan Nuansa 60 an

Jateng

Waow… Gedung Baru DPRD Pemalang Senilai Rp95 Miliar

Jateng

Tinjau Tempat Isolasi Asrama Haji Sleman, Ketua Satgas Titipkan Dua Pesan Penting

Jateng

Bukit Tangkeban Surga yang Tersembunyi di Kabupaten Pemalang
Anggota DPRD Kabupaten Karanganyar dari Fraksi PDI Perjuangan Joko Pramono meramalkan kegiatan Senam Indonesia Cinta Tanah Air (Sicita) di De Tjolomadu.(Foto: Dok. Pribadi)

Jateng

Ikut Senam Sicita, Mas Djokpram Hipnotis Ribuan Orang di De Tjolomadu