Home / Maluku Utara

Kamis, 22 September 2022 - 15:24 WIB

Polda Maluku Utara Ungkap Kasus Mafia Tanah di Kabupaten Halmahera Tengan

Editor - ISWAN

TERNATE, KANALINDONESIA.COM: Polda Maluku Utara (Malut) melalui Dit Reskrimum menggelar konferensi pers pengungkapan perkara tindak pidana pemalsuan surat-surat (pemalsuan akta otentik) bertempat di Kantor direskrimum, Kamis (22/9/2022).

Kegiatan dipimpin Kabidhumas Polda Malut Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil S.I.K., dan di dampinggi Kabag Wasidik AKBP Hengki Setiyawan, S.I.K., Kasubdit I Moch Arinta Fauzi, S.I.K. dan penyidik subdit I.

Kabidhumas Polda Malut Kombes Pol. Michael Irwan Thamsil S.I.K., menjelaskan Kasus pemalsuan surat tersebut diawali dengan Laporan Polisi dengan Nomor : LP /30/II/MALUT/2022/SPKT/Polda Malut, tanggal 24 Februari 2022 yang dilaporkan oleh korban Sdr. Idruss Assagaf.

“Dilaporkan bahwa kejadian tersebut terjadi dalam kurun waktu bulan Agustus 2018 sampai dengan bulan Februari 2019 bertempat di Kecamatan Weda Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara (Malut),” ungkap Kabidhumas.

Baca Juga  Jelang Launching Sail Tidore 2022, Panitia Lokal Gelar Rapat

Lanjutnya, dari hasil pemeriksaan penyidik telah menetapkan empat tersangka yaitu Wengky Lukius Togo Alias Wengky, Umar Baay Alias Umar, Yermia Inik dan Dani Isnanto Baay, S.Sos Alias Dani.

“Diketahui ke empat tersangka menjual tanah perkapling dengan harga 15 juta sampai dengan 20 juta rupiah, luas keseluruhannya sebesar 32 hektar dan dipecah menjadi 271 Sertifikat,” jelasnya

Namun diketahui, bidang tanah tersebut semula telah dilekati dengan bukti kepemilikan sah berupa SHM sementara No. 03 tahun 1969 a.n. Hadijah Assagaf dan SHM sementara No. 04 tahun 1969 a.n. Fariz Assagaf, yang terletak di Desa Nusliko Kecamatan Weda Kabupaten Halmahara Tengah Provinsi Maluku Utara (Malut).

Baca Juga  Harmonisasi Ranperwali RDTR Kawasan Perkotaan Sofifi Dilakukan

“Akibat perbuatan para tersangka yang melawan hukum, sehingga korban Idruss Assagaf mengalami kerugian kehilangan hak penguasaan dan hak materi dan atas perbuatan para tersangka tersebut dikenakan pasal 264 ayat (1) ke-1, sub pasal 263 jo pasal 55 ayat (1) dan (2) kuhpidana dengan ancaman hukum penjara paling lama delapan tahun,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, perkara tersebut telah dinyatakan lengkap (P21) oleh Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Maluku Utara dan akan dilakukan penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap dua) pada hari Kamis tanggal 06 Oktober 2022 ke Jaksa Penuntut Umum. (Iswan_KanalIndonesia.com).

Share :

Baca Juga

Maluku Utara

Pejabat Eselon II Pemkot Tikep Besok Dilantik dan Ada Juga Diroling

Maluku Utara

Dalam Waktu Dekat Beberapa OPD di Lingkup Pemerintah Kota Tikep Bakal Dievaluasi

Maluku Utara

Buka Konkerkot PGRI Kota Tidore, Wawali Tikep Minta Permudah Sistem Rekrutmen Guru Dalam Tes Sertifikasi
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Abdul Majid Dano M. Nur

Maluku Utara

Hasil Pelayanan BIAN Kota Tidore Kepulauan Cakupannya 82 Persen

Bola

Diguyur Hujan Deras, Wawali Tikep Resmi Buka Tournament Tuguwaji Event ke-III

Maluku Utara

Wawali Tikep Resmi Lepas Kontingen POPDA Kota Tidore Kepulauan

Maluku Utara

Kerjasama HIMPAUDI dan IGTKi Kota Tidore Gelar Senam Pelajar Pancasila

Maluku Utara

Harmonisasi Ranperwali RDTR Kawasan Perkotaan Sofifi Dilakukan