Menu

Mode Gelap
Saksi Kunci Sebut BBM Hasil Penggelapan Dijual ke PT Bahana Line Kepergok Selingkuh, Ribut Winarko Cekik dan Tusuk Istri 8 Kali Tukang Las Asal Sidoarjo Dituntut Jaksa Hukuman Mati Sidang Mafia BBM Laut, Jaksa Cecar Direksi PT Bahana Line Soal Keluar Masuk Uang Perusahaan Jaksa Tuntut Mantan Panpel Arema FC Abdul Haris 6 Tahun 8 Bulan Kasus Tragedi Kanjuruhan Malang

Kanal Hukum · 19 Jan 2023 14:01 WIB

Polsek Wonocolo Tahan 2 Anggota Gengster Hendak Tawuran, 8 Diantaranya Dibawah Umur dan Dibina


 Polsek Wonocolo Tahan 2 Anggota Gengster Hendak Tawuran, 8 Diantaranya Dibawah Umur dan Dibina Perbesar

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Ada sekitar 10 pemuda diamankan Unit Reskrim Polsek Wonocolo. Diketahui, mereka hendak tawuran di Jalan Jemursari Surabaya.

Dari 10 pemuda itu, polisi resmi menahan 2 orang pelaku. Sedangkan 8 lainnya masih dibawah umur dan dipulangkan ke orang tua masing-masing.

Kapolsek Wonocolo, Kompol Bayu Halim Nugroho menjelaskan awal mula petugas dibantu warga setempat mengamankan pelaku bernama Fandi Lesmana Putra alias Cepek. Dia merupakan ketua geng Pasukan Lima Menit Prigen Pasuruan.

“Kami mengamankan pelaku Fandi ini saat dia ketinggalan rombongan gengnya. Fandi alias Cepek adalah ketua geng Pasukan Lima Menit Prigen Pasuruan,” kata Kompol Bayu, Kamis (19/1/2023).

Setelah mengantongi keterangan dari Fandi, petugas kembali menangkap kepemilikan senjata tajam lainnya. Dia adalah Widiansyah Putra Ananda alias Ndawer.

“Pelaku lainnya (Widiansyah) ditangkap di Pasuruan bersama delapan pemuda tersebut. Namun mereka ada yang masih dibawah umur,” terangnya.

Bayu menyebut, keberadaan mereka di Surabaya rencananya hendak melakukan tawuran. Untuk kepemilikan senjata tajam berupa celurit panjang tersebut ialah Fandi dan Widiansyah.

Kelompok pemuda itu berangkat naik motor boncengan tiga dengan membawa celurit panjang. Tepatnya di daerah Nginden, sambil menenggak minuman keras jenis ciu.

“Kelompok yang dipelopori Fandi janjian bertemu dengan kelompok Tim Orang Sinting atau TOS untuk menunggu musuh di samping SMA N 16 Surabaya,” paparnya.

Namun sialnya, sebelum musuh datang, ditegur dan dibubarkan polisi dibantu warga, sehingga Fandi dengan teman-temannya melarikan diri. Rencananya kedua kelompok itu akan melakukan tawuran dengan Kelompok bernama Happy.

Selain para dua pelaku, polisi juga menyita 3 buah senjata tajam berupa celurit panjang. Sedangkan delapan pemuda yang masih dibawah umur itu diberikan pembinaan didata serta masing-masing orangtuanya dipanggil ke Mapolsek Wonocolo.

“Dari dua tersangka kedapatan membawa sajam kami jerat Undang-undang Darurat dan ditahan,” tegas Bayu. (Ady_kanalindonesia.com)

Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PT KAI Daop 7 Madiun Gelar Apel Peringatan Bulan K3 Nasional

8 Februari 2023 - 13:44 WIB

Aksi Blokir Jalan, Warga Sampung Tuntut Aktifitas Truk Tambang Dihentikan

8 Februari 2023 - 13:32 WIB

La Lisa Hotel Surabaya Gelar Event Kids & Mom Cooking Class “How To Make Boomber Burger”

8 Februari 2023 - 13:15 WIB

Peduli Sesama Polisi Sidoarjo Bagikan Makanan Pada Tamu Harlah Seabad NU

8 Februari 2023 - 08:32 WIB

Ongki Sanjaya, Kader HMI Malang Lahirkan IXON ESPORT dan Buktikan Bahwa Aktivis Tidak Hanya Berpolitik

8 Februari 2023 - 07:01 WIB

Saksi Kunci Sebut BBM Hasil Penggelapan Dijual ke PT Bahana Line

8 Februari 2023 - 05:03 WIB

Trending di Kanal Hukum