Home / Nasional

Sabtu, 17 Juli 2021 - 18:39 WIB

Presiden: Percepat Penyaluran Bansos dan Tambah Paket Bantuan Obat Gratis

Editor - ARSO

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Presiden Joko Widodo menginstruksikan jajarannya untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial dan obat-obatan gratis kepada masyarakat pada pekan ini. Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat di tengah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Demikian disampaikan Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas melalui konferensi video mengenai evaluasi PPKM Darurat dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 16 Juli 2021.

“Saya minta jangan sampai terlambat, baik itu PKH (Program Keluarga Harapan), baik itu BLT (Bantuan Langsung Tunai) Desa, baik itu Bantuan Sosial Tunai (BST), jangan ada yang terlambat. Dan yang paling penting lagi adalah bantuan beras, bantuan sembako. Minggu ini harus keluar, percepat, betul-betul ini dipercepat,” ujar Presiden.

Baca Juga  Empat Kekuatan untuk Bangun Indonesia yang Inklusif, Berkeadilan, dan Berkelanjutan

Kepala Negara meminta Kementerian Sosial dan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk tidak ragu dalam menyalurkan bantuan sosial secepatnya kepada masyarakat. Untuk itu, Presiden meminta keduanya segera berkoordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait prosedur penyalurannya.

“Saya minta KaBulog dan utamanya Mensos jangan ragu-ragu. Karena prinsipnya adalah yang paling penting ini kita enggak mencuri, enggak mengambil, prosedurnya tolong didampingi BPKP,” ujarnya.

Selanjutnya, Presiden Jokowi mengapresiasi pendistribusian bantuan vitamin dan obat-obatan gratis yang telah dimulai sejak 15 Juli 2021 lalu. Bantuan obat-obatan ini dikhususkan untuk masyarakat yang terpapar virus korona dengan gejala ringan atau tanpa gejala dan sedang menjalankan isolasi mandiri (isoman).

Baca Juga  Ciptakan Sistem Cetak Atlet Dengan Program DBON, Menpora Mendapat Penghargaan dari UNESA

“Termasuk dalam hal ini, pemberian obat-obatan gratis. Obat, suplemen, vitamin gratis pada rakyat, ini sangat diapresiasi,” ujar Kepala Negara.

Namun, Presiden menilai 600 ribu paket obat-obatan, yang disalurkan 300 ribu dalam dua tahap, masih dirasa kurang. Untuk itu, Presiden meminta Kementerian Keuangan untuk menambah anggaran guna meningkatkan jumlah ketersediaan paket bantuan vitamin dan obat-obatan untuk masyarakat sebanyak lebih dari dua juta paket bantuan.

“Saya minta Ibu Menteri Keuangan ini disiapkan paling tidak di atas dua juta paket, kan enggak mahal,” tandasnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Ulama Jawa Barat Beri Mandat Gus Ami Mengawal Indonesia

Nasional

Waspada, Lowongan Pekerjaan Berbayar di Pegadaian adalah Hoaks

Nasional

Presiden Jokowi Tinjau Rumah Resiliensi Indonesia pada Pameran Adexco 2022

Nasional

Presiden Lepas Ekspor Pertanian ke 61 Negara secara Virtual

Birokrasi

Pembiayaan Murah dan Mudah itu Kunci Utama UMKM Naik Kelas

Hukum

Presiden Tinjau Vaksinasi bagi Pelaku Sektor Jasa Keuangan

Nasional

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 di Luar Jawa-Bali, Pemerintah Perketat PPKM Mikro

Nasional

1000 PKL dan Warung ( BTPKLW ) Dapat Bantuan, Diserahkan Oleh Kapolres