Home / Daerah / Jatim

Selasa, 22 Maret 2022 - 21:37 WIB

Proyek Flyover JPL-64 Krian Segera Dibangun, Warga Diminta Segera Kemasi Barangnya

Editor - ARSO

SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM: Sejumlah bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran sungai Jalan M.Yamin Kelurahan/Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, Jatim, di minta segera kosongkan bangunan.

Karena, proyek nasional pembangunan Flyover Jembatan Penyebrangan Lintas (JPL) 64 Krian akan segera realisasikan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab)Sidoarjo memberi batas waktu 3 hari untuk proses pengosongan. Karena, bila melewati batas itu pemkab akan melakukan pembongkaran menggunakan alat berat.

Pada 25 Maret lusa hari Jum’at, Pemkab Sidoarjo akan memulai appraisal lahan/bangunan untuk menentukan nilai aset lahan bangunan milik warga yang dilengkapi alas hak.

Selanjutnya proses pembayaran tanah dan bangunan dilakukan pada 28 Maret setelah dokumennya dinyatakan lengkap semua.

Ketua tim Percepatan Persiapan Pembangunan, M Bachruni menyampaikan, Sabtu 29 Maret Pemkab Sidoarjo akan melakukan pembongkaran seluruh bangunan yang masuk dalam peta proyek pembangunan Flyover JPL-64 Krian tersebut.

Baca Juga  Korban Kena Bacok, Polres Jombang Tangkap Pelaku Pengeroyokan

“Ada 74 bidang yang terdampak pembangunan Flyover JPL-64 Krian yang berdiri di titik lintas jembatan sepanjang 740 meter. Jumlah itu tidak termasuk bidang yang berada di bawah turunan (off ride) Flyover sepanjang 100 meteran, total identifikasi akhir ada 110 bidang yang terdampak,” jelas Bachruni Ketua Ketua Tim Percepatan Persiapan Pembangunan Flyover JPL 64 Krian. Selasa, (22/3/2022).

Untuk bangunan liar, kata Bachruni tidak masuk dalam appraisal. Yang dimaksud bangunan liar, lanjut Bachruni, pemilik bangunan tidak bisa menunjukkan dokumen atau surat-surat kepemilikan tanah seperti sertipikat, surat petok D atau surat letter C.

Baca Juga  Wow! 18 Mahasiswa UK Petra Lolos Masuk Program MSIB

Bachruni juga menyampaikan setelah proses appraisal sudah rampung, Pemkab akan segera memproses pembayaran karena targetnya akhir Maret seluruh dokumen termasuk dokumen pembebasan lahan sudah harus diserahkan ke Kementerian Perhubungan RI.

“Timelinenya, saat ini mereka sudah diberikan SP 3 untuk segera mengosongkan bangunan, kita diberi batas waktu 3 hari. Kemudian mulai 25 Maret sudah mulai dilakukan penghitungan aset lahan dan bangunan (appraisal), pada 28 Maret dilakukan proses pembayaran dan besoknya 29 Maret sudah mulai dilakukan pembongkaran,” terang Bachruni yang juga menjabat Kepala Dinas Perikanan Pemkab Sidoarjo. (Irwan_kanalindonesia.com)

Share :

Baca Juga

Daerah

Polisi Pacitan Tak Segan Gendong Lansia untuk Vaksin Covid-19

Jatim

Jelang Kunker Presiden Jokowi, Kapolres Ponorogo Dampingi Kapolda Jatim Pastikan Wilayah Aman

Jabar

Antisipasi Kriminalitas dan Gangguan Kamtibmas, Polsek Cantigi Gelar Patroli Sambang

Jabar

Personel Polsek Indramayu Bagi Masker dan Semprot Disinfektan

Health

Percepat Vaksinasi, Polsek Sumoroto Jemput Lansia Ikuti Vaksin

Jatim

Unej Masuk 10 Besar Perguruan Tinggi, Penerima Bantuan PHP2D Dikti

Birokrasi

Perjanjian Sewa, Advokat di Surabaya Malah Gadaikan Mobil Rental

Birokrasi

Ini Wilayah Jatim yang Masuk Level 1 Hasil Asesmen Kemenkes