Menu

Mode Gelap
60 Polisi Terdiri Kapolres dan PJU Hingga Kapolsek Dihadirkan Jadi Saksi Sidang Perkara Tragedi Kanjuruhan Beri Santunan Rp 5 Juta, Penabrak Emak-emak di Frontage Road Ahmad Yani Diadili KPK Jebloskan Hakim Itong di Lapas Porong, Jalani Hukuman Banding Pengadilan Tinggi Surabaya Jaksa Ungkap Aliran Dana Miliaran Rupiah Ke Direksi Bahana Dalam Sidang Mafia BBM Laut Polisi Ungkap Peranan Dalang Utama Perampokan Rumdin Walikota Blitar, Samanhudi dan Lima Pelaku Pernah 1 Sel di Lapas Sragen

Kanal Opini · 15 Okt 2022 20:14 WIB

Registrasi Sosial Ekonomi Dimulai Apakah Tujuannya?


 Registrasi Sosial Ekonomi Dimulai Apakah Tujuannya? Perbesar

Oleh: NANDA ELMA FITRIANI

Penulis adalah Mahasiswa Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Belakangan ini Indonesia digencarkan dengan program pemerintah terkait Registrasi Sosial masyarakat. Namun sebelumnya, bagi Anda yang belum menggetahui apa itu Regsosek simak pengertian di bawah ini.

Mulai tanggal 15 Okt-14 Nov 2022 Badan Pusat Statistik melaksanakan Pendataan Awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) di seluruh wilayah Indonesia. Pendataan regsosek yakni pengumpulan data seluruh penduduk yang terdiri atas kondisi sosial, ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat. Regsosek merupakan upaya pemerintah untuk mengintegrasikan kependudukan menggunakan data tunggal. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dari berbagai layanan pemerintah yang meliputi pendidikan, kesehatan, bansos, dan administrasi kependudukan. Selain itu, kegiatan ini juga akan memberikan transformasu perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Data Regsostek memberikan informasi terkait sosial ekonomi masyarakat termasuk status kesejahteraan, sebagai berikut:
a. Kondisi Sosioekonomi
b. Kondisi Kerentanan Kelompok Penduduk Khusus
c. Kondisi Sanitasi Air
d. Kondisi Perumahan
e. Informasi Kependudukan
f. Informasi Geospasial
g. Lansia
h. Penyandang Disabilitas
i. Ketenagakerjaan
j. dan Kesehatan
Mengutip dari Webinar Nasional Sosialisasi Registrasi Sosial Ekonomi, bahwa dalam melaksanakan pendataan awal Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) akan mengumpulkan data dengan cara sensus dengan mendatangi rumah-rumah warga yang di gelar secara door to door dan juga mengisi kuisioner yang telah disiapkan. Selain itu, pendataan juga dilakukan dengan menggunakan metode Paper and Pencil Interviewning (PAPI) dengan daftar pertanyaan yang akan di ajukan kepada setiap keluarga.

Badan Pusat Statistik (BPS) mendukung pemutakhiran data Regsosek untuk kedepannya. Pemutakhiran data dilakukan dengan berangkat dari desa sebagai awal pengelolaan data yang langsung berhubungan dengan masyarakat. Dengan bekal pelatihan khusus dengan tata kelola dan infrastruktur yang profesional pengumpulan data dilakukan oleh 400 ribu petugas. Sedangkan, pengolahan data dilakukan oleh 130 ribu petugas.

Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) beberapa tugas dan kegiatan dalam kegiatan Regsosek petugas berkewajiban sebagai berikut:
a. Mampu bekerjasama dan berkoordinasi dengan sesama Petugas Pendata Lapangan (PPL), Petugas Pengawas Pemeriksa Lapangan (PML), Aaparatur Desa/Kelurahan, Ketua RT/RW, dan tokoh masyarakat di wilayah tugasnya.
b. Melakukan identifikasi terhadap Satuan Lingkungan Setempat (SLS) bersama ketua atau pengurus SLS dan mampu mengenali wilayah tugas dengan menelusuri wilayah tugasnya.
c. Melakukan verifikasi keluarga kepada pengurus SLS.
d. Melakukan pendataan lapangan kepada seluruh keluarga dalam wilayah tugas yang menjadi tanggung jawab sesuai dengan tugas yang telah diberikan.

Tahapan Regsosek di mulai pada tahun ini dengan tahapan melakukan persiapan data dengan pendataan di semua daerah, Data P3KE untuk pensasaran program kemiskinan, DTKS untuk pensasaran program bantuan sosial oleh Kementerian Sosial. Selantujnya, di tahun berikutnya yakni 2023 akan dilakukan proses Integrasi dan juga sinkronisasi program pembangunan oleh Pemda dengan menggunakan data Regsosek yang sudah terintegrasi. Di tahun 2024, akan dilakukan stabilitas sistem dengan pensasaran program pembangunan secara nasional serta monitoring dan evaluasi tehadap pembangunan data secara otomatis melalui Digital Monografi Desa atau Kelurahan.

Berdasarkan UU No. 16 Tahun 1997 tentang statistik, pendataan awal registrasi sosial ekonomi merupakan penyelenggaraan dasar yang bunyinya “Pemanfaatannya untuk menjawab kebutuhan data untuk lintas sektor, bersifat mikro (luas), dan berskala nasional, sehingga menjadi tanggung jawab BPS”.

Dari pasal tersebut bisa kita pahami bahwa statistik sangatlah penting bagi perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi dari berbagai kegiatan dan aspek kehidupan masyarakat dalam pembangunan nasional. Dengan memperhatikan pentingnya peranan statistik juga diperlukan langkah-langkah dalam mengatur penyelenggaraan statistik nasional yang efektif dan efisien.
Dalam pendataan tentunya ada kendala yang dialami oleh petugas, antara lain:
a. Dalam pendataan masyarakat tersebut tidak berada di rumah atau pergi ke luar kota.
b. Data masyarakat A yang terdaftar di alamat lengkap KK belum tentu menempati tempat tersebut.
c. Banyak pendatang baru yang masih belum mengganti KK, jadi alamat yang akan di data tidak sinkron.
d. Harus melakukan sinkronisasi terlebih dahulu kepada ketua RT untuk mengetahui pasti kondisi lingkungan dan keadaan sosial masyarakat.

Selain kelemahan tersebut pendataan ini memiliki sisi positif dibandingkan sensus tahun lalu, yaitu petugas pendataan ditugaskan untuk per domisili di wilayah tersebut, tahun sebelumnya untuk sensus petugas tidak dari warga domisili tempat tersebut. Dalam pendataan ini diikuti oleh 5 orang petugas per wilayah. Dengan satu orang PML akan membawahi sekitar empat orang PPL. PML diutamakan organik BPS atau mitra yang berpengalaman dalam kegiatan sensus sebelumnya.

Perlu banyak dukungan untuk melaksanakan kegiatan Resosek ini dari seluruh pihak dari K/L terkait dan Instasi vertikal, Gubernur, Bupati serta Walikota, Camat, Kepala Desa serta Lurah, dan Kepala Satuan Lingkungan Setempat. Diharapkan, dalam kegiatan ini juga berkolaborasi dalam pendataan lapangan dan juga menjaga komitmen dalam pemutakhiran data Resosek.

Artikel ini telah dibaca 370 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tingkatkan Kompetensi, Guru RA di Magetan Ikuti Workshop

2 Februari 2023 - 18:40 WIB

Mari Awasi Bersama, Kerawanan Pembentukan Pantarlih Pemilu 2024

30 Januari 2023 - 21:11 WIB

Dari Minangkabau Untuk Dunia

30 Januari 2023 - 21:06 WIB

Siapakah Kader Banteng yang Ditunjuk Sebagai Penerus Jokowi Menuju Generasi Emas Indonesia Digdoyo, Berdaulat, Maju, Adil dan Makmur?

28 Januari 2023 - 11:30 WIB

Kualitas Kemajemukan, Kebangkitan, dan Kemajuan Sulawesi Selatan – Indonesia Raya dalam Negara Pancasila

27 Januari 2023 - 18:55 WIB

Dukung Pembiasaan Sarapan, Mahasiswa ITS Ciptakan Aplikasi Sarapanku

26 Januari 2023 - 23:43 WIB

Trending di Kanal Pendidikan