Home / Nasional

Rabu, 15 Desember 2021 - 16:36 WIB

Rifa Laporkan Seorang Ketum Parpol ke Mabes Polri

Editor - fredy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM – Mengaku ketakutan atas keselamatan jiwanya, Rifa Handayani, melaporkan seorang Ketua Umum Partai Politik (Parpol) berinisial AH dan istrinya YA, ke Mabes Polri, Selasa (14/12).

Rifa, melaporkan petinggi Parpol besar berinisial AH dan istrinya YA, atas tuduhan ancaman dan intimidasi yang dilakukannya di media sosial dengan sangkaan pelanggaran UU ITE.

Rifa Handayani, juga meminta perlindungan ke Komnas HAM lantaran merasa jiwanya terancam.

Kronologi Kejadian
Rifa menceritakan kronologi hubungannya dengan AH, berawal disebuah konser Internasional di Ancol, Jakarta, tahun 2012.

Dikatakan, saat itu, AH meminta pin BlackBerry Messenger dan nomor handphone dirinya.

Namun, Rifa mengaku saat itu tidak mengetahui sosok AH, yang ia ketahui, AH masih menjadi kader sebuah parpol.

“Setelah perkenalan itu, kita akhirnya menjalin komunikasi dan berhubungan khusus hingga tahun 2013. Tiba-tiba pada pertengahan 2013, Juni masalah datang.

Saya mendapat teror dan intimidasi dari AH dan saya blok nomor AH,” ucap Rifa di kantor Komnas HAM, Selasa (14/12)

Namun, selang beberapa bulan kemudian, intimidasi kembali datang dari sang istri AH yakni YA.

Baca Juga  Bunuh Diri Akibat Rentenir Masih Marak, LaNyalla: Salah Satu Dampak Kemiskinan Struktural

“YA juga meneror saya di media sosial melalui direct message,” katanya.

Lantaran terus diteror, Rifa akhirnya menceritakan masalah tersebut ke sang suami, yang akhirnya melakukan konfirmasi ke AH.

“Saya sebenarnya takut menceritakan hal ini ke suami karena saya mau gak mau menceritakan tentang aib saya juga ke suami. Tapi karena saya tidak tahan diteror, saya harus menceritakan hal ini ke suami,” jelasnya.

Akhirnya, kata Rifa, sang suami menelepon AH untuk melakukan pertemuan.

“Suami saya melakukan pertemuan, mencoba mengkonfirmasi hubungan khusus antara saya dan AH yang berakhir teror kepada diri saya,” kata Rifa.

“Dalam pertemuan tersebut, AH mengakui bahwa dirinya memiliki hubungan khusus dengan saya dan melakukan teror kepada saya karena emosi,” tambah Rifa.

Untuk memastikan keselamatan dirinya, sang suami pun minta surat pernyataan dari AH namun ditolaknya. Lantaran tidak menemui titik temu, permasalahan tersebut akhirnya menguap begitu saja.

Namun masalah kembali terkuak di tahun 2016 hingga kini. Istri dari AH yakni YA, kembali melakukan teror kepada dirinya di media sosial bahkan melayangan somasi dengan tuduhan, bahwa dirinya memeras AH.

Baca Juga  FS Tersangka, Ketua Setara Institute: Kapolri Lulus Ujian Terberat

“Nah, disitu emosi suami saya kembali naik. Lantaran mencemaskan keselamatan saya, suami meminta saya menyelesaikan masalah ini hingga tuntas,” katanya.

Selain ke Mabes Polri, dirinya punya mendatangi Komnas HAM untuk meminta perlindungan hukum atas yang dialaminya.

“Berdasarkan hal itu, akhirnya saya memutuskan melaporkan hal ini ke Mabes Polri dan saya juga mendatangi Komnas HAM untuk meminta perlindungan hukum dan kenyamanan kita atasa intimidasi yang saya terima,”ujarnya

“Biar nanti publik yang menilai siapa yang salah siapa benar,” pungkasnya.

Beberapa pengamat politik yang dimintai konfirmasi terkait tudingan itu enggan memberi komentar dengan alasan pribadi.

DR. Wahyudi Winarjo, Pengamat Politik dan Dosen Sosiologi Politik, Universitas Muhammdiyah Malang (UMM), juga enggan berkomentar.

Namun, ujar Wahyudi, memasuki tahun politik pada 2022 mendatang, siapapun yang masuk dalam radar survei Pilpres, pasti sudah mulai dikuak-kuak kesalahannya, kata Wahyudi.

“Termasuk kesalahan-kesalahan masa lalunya, pasti akan dicari-cari, imbuhnya.

Share :

Baca Juga

Nasional

Raih Opini WTP dari BPK, Presiden: Gunakan Uang Rakyat Sebaik-baiknya

Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Peluncuran OSS Berbasis Risiko

Nasional

Dukung Ekosistem KBLBB, PLN Apresiasi Bank Mandiri Hadirkan SPKLU

Birokrasi

Kejari Kota Mojokerto Bentuk Kampung Restoratif Justice

Nasional

Oligarki Lemahkan Civil Society, DPD RI Tak Mau Indonesia Jadi Negara Gagal Berdaulat

Nasional

Presiden Jokowi Resmikan Terminal Kijing Pelabuhan Pontianak di Kabupaten Mempawah

Nasional

Optimalkan Peran Posko PPKM, BNPB Berikan Bantuan Masker dan Handsanitizer di Kecamatan Matraman

Nasional

Kartu Prakerja, ‘Rumah Cokro Raksasa’ di Era Digital