Home / Birokrasi / Daerah / Demokrasi / Hukum / Jatim / News / Peristiwa

Kamis, 4 Agustus 2022 - 18:55 WIB

RJ Dari Kejati Jatim Pada Tersangka Narkoba Tuai Kritikan, Pakar: Jangan Ambil Kewenangan Aparat Penegak Hukum Lainnya

Editor - ADDY

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menjadi pilot project Restoratif Justice (RJ) dalam kasus narkotika. Hal itu diberikan Kejati Jatim kepada PE Bin G, tersangka kasus narkotika yang mendapat RJ dan direhabilitasi di Pusat Therapy dan Rehabilitasi NAPZA Mitra Adhyaksa Pemprov Jatim di RS Jiwa Menur, Kamis (4/8).

“Status hukumnya sudah dihentikan. Apabila belum selesai masa rehab, kemudian tersangka keluar (belum ada penyembuhan) berati harus dipidana dan masuk ranah Pengadilan,” kata Kepala Kejati (Kajati) Jatim, Mia Amiati usai penyerahan RJ tersangka kasus narkoba di RSJ Menur.

Mia menjelaskan, ketentuan RJ bagi PE ini harus benar-benar dijalani. Pihaknya akan berkomunikasi dengan Dirut RSJ Menur. Serta akan mengevaluasi 3 bulan pertama berdasarkan ketentuhan dari Pemerintah dan berdasarkan pertanggungjawabannya. Apabila belum sembuh dan masih perlu direhab, Mia memastikan masih ada 3 bulan kedua untuk proses rehabiltasi.

Baca Juga  Bojonegoro Tuban Siap Menangkan Prabowo Presiden 2024

“Apabila dalam 3 (tiga) bulan belum sembuh dan tiba-tiba anaknya lari. Maka harus diproses hukum sesuai Pasal 127 ayat (1) UU Narkotika, dengan ancaman pidana paling lama 4 (empat) tahun. Saya berharap PE ikuti aturan ini,” tegas Mia.

Terkait perkaranya, Mia membeberkan, pada 28 Mei 2022 tersangka PE mengantar uang hasil kerja di tempat pelelangan ikan (TPI) ke rumah temannya. Sesampainya disana, tersangka melihat temannya menghisap sabu dan dirinya ditawari juga. Saat PE dan temannya menghisap sabu, seketika itu juga keduanya ditangkap oleh petugas Reskoba Polres Trenggalek.

Baca Juga  Kasubdit Wil.III Direktorat Air Minum dan Kepala BPPW Maluku Utara Kunjungi Pemda Tidore

Oleh Polres Trenggalek, sambung Mia, tersangka yang berusia 27 tahub ini disangkakan Pasal 127 ayat (1) huruf A UU RI No 35 Tahun 2009 tebtang Narkotika. Dengan ancaman pidana maksimal 4 tahun penjara. Setelah menerima tahap II, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Trenggalek melakukan profiling terhadap tersangka PE.

“Pada Rabu (3/8) dilakukan ekspose perkara narkotika dihadapan Jam Pidum yang diajukan Kajari Trenggalek untuk dimohonkan penghentian penuntutan dengan menerapkan keadilan restoratif. Oleh pimpinan disetujui, dan dihentikan penuntutannya serta dilakukan rehabiltasi terhadap tersangka,” jelas Mia.

Share :

Baca Juga

Jabar

Pembatasan Aktivitas Masyarakat Bikin Tak Nyaman, Kapolri: Ini Untuk Menjaga Keselamatan Rakyat

Daerah

Kuliah S3 Unair Bidang Pengembangan SDM, AHY Target Cepat Lulus

Birokrasi

Lagi, Satu Aset Pemkot Surabaya Terselamatkan, Berikut Keputusan Hakim
Persit Grup 2 Kopassus bhakti sosial bagikan satu paket beras kepada warga kurang mampu

Peristiwa

Persit Grup 2 Kopassus Bagikan 2.380 Paket Beras Bagi Warga Kurang Mampu

Peristiwa

Gempa Bumi M4,8, Tiga Warga Bali Meninggal Dunia

Jabar

Patroli Kring Serse Unit Reskrim Polsek Indramayu Sasar Titik Rawan Curanmor

Jatim

Bupati Sugiri Apresiasi Disiplin Masyarakat Ponorogo Selama Lebaran
Serbuan Vaksinasi

Peristiwa

Melalui Serbuan Vaksinasi Lanal Lampung, Puluhan Calon Penumpang di Terminal Rajabasa Sudah Tervaksin