Home / Daerah / Jatim

Senin, 21 Juni 2021 - 15:32 WIB

Satreskrim Polres Pacitan Berhasil Tangkap 1 Penampung Benih Baby Lobster

Editor - ARSO

PACITAN, KANALINDONESIA.COM: Satreskrim Polres Pacitan berhasil amankan 1 tersangka penampung dan penjual ( Benur ) benih baby lobster jenis pasir dan mutiara di wilayah Kabupaten Pacitan.

Tersangka diamankan dirumah tinggal yang berlokasi penampungan. Ia berinisial WW ( 41 ) asal Dusun Pulo Bubakan, Desa Kembang, Kabupaten Pacitan Jawa Timur.

“ berdasarkan informasi dari masyarakat akhirnya, Pada hari Senin ( 14/ 6/2021 ) kemarin jajaran Satreskrim Polres berhasil menangkap tersangka WW dirumahnya, tersangka WW adalah penampung dan penjual ( benur ) baby lobster jenis pasiran,” ujar AKBP Wiwit Ari Wibisono Kapolres Pacitan, pada Senin ( 21/6/2021 ).

Masih menurut Kapolres, dari hasil penangkapan itu, jajaran Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yakni ” 272 benih Benur, 1 tabung oksigen, 4 karet gelang untuk pengikat plastik dan 2 buah plastik transparan, lantas tersangka di bawa ke Polres untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Baca Juga  Tinjau Sidang MSAT, Kapolrestabes Surabaya Sebut Untuk Antisipasi

” menurut pengakuan tersangka WW membeli dari nelayan, lalu ditampung dahulu lantas dijual ke salah satu pengepul di wilayah trenggalek, dan tersangka juga sempat berhenti menjalankan menjalankan bisnis jual benur tersebut. Namun baru memulai lagi tersangka WW tertangkap dan saat ini kami proses lebih lanjut, dan sebelumnya tersangka WW juga sudah pernah menjual sejumlah 3000 benur,” terang Kapolres.

Perlu diketahui, selang 2 hari penangkapan, barang bukti benur sejumlah 272 ekor langsung di Rillies kembali oleh AKBP Wiwit ari Wibisono Kapolres Pacitan bersama Jajarannya dan sisaksikan Dinas KKP Kabupaten Pacitan untuk melepas kembali ke habitatnya di pantai Tamperan Kabupaten Pacitan.

Baca Juga  Lima Saksi Diperiksa di Persidangan, Korban Cabul Mas Bechi Menangis

Kapolres Pacitan menambahkan, akibat perbuatannya, tersangka WW dijerat Pasal 88 dan Pasal 92 Undang-undang Nomor 45/2009 tentang perubahan atas UU Nomor 31/2004 tentang Perikanan juncto Pasal 2 dan Pasal 92 Permen Kelautan dan Perikanan Nomor 56/2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster.

“Dalam Pasal 26 ayat 1, dipidana penjara paling lama 8 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar,” pungkas Kapolres.(Lc)

Share :

Baca Juga

Birokrasi

Maksimalkan Program MBKM, Untag Surabaya Gandeng PLN

Jatim

Kolom Abu Setinggi 200 Meter Teramati di Atas Puncak Gunung Semeru

Jabar

Pastikan Obvit Dalam Keadaan Aman, Polsek Indramayu Gelar Patroli Wiralodra

Jabar

Sat Lantas Polres Cirebon Kota Kembali Bagikan Al-Quran dan Buku

Jatim

Mas Dhito Hidupkan Seni Jaranan dari Mati Suri Akibat Pandemi

Jatim

Gencarkan Patroli, Cegah Aksi Premanisme di Sidoarjo

Jateng

BPBD Kabupaten Magelang Terus Pantau dan Siapkan Langkah Antisipatif Terkait Kebakaran Vegetasi di Lereng Gunung Merapi

Maluku Utara

Kerjasama Pemda Tikep Dengan Unkhair Ternate Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru Program Magister dan Doktor