Home / Hukum / Jatim

Kamis, 7 April 2022 - 17:53 WIB

Sidang Kasus ITE Mantan Cawabup Ponorogo Bambang TW, JPU Hadirkan Tiga Saksi

Editor - ARSO

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM: Pengadilan Negeri (PN) Ponorogo menggelar sidang lanjutan kasus UU ITE atas terdakwa Bambang Tri Wahono, mantan Calon Wakil Bupati yang juga mantan Kepala BPPKAD Ponorogo, dengan agenda mendengarkan keterangan tiga orang saksi,  Kamis (07/04/2022).

Ketiga saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yaitu Widi Prastomo, Abu Bakar dan Yuni Safitri.

Dari keterangan saksi dalam persidangan tersebut dijelaskan awal kronologis terungkapnya chat hubungan terlarang antara terdakwa dengan istri pelapor.

“Awalnya, Hp istri tertinggal dikamar pembantu. Saat dibuka, ternyata aplikasi WA sudah dihapus. Setelah diinstal ulang, baru diketahui isi chat (dengan Bambang). Istri juga mengakui adanya chat itu,” kata Widi menjawab pertanyaan hakim.

Bahkan dalam persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Wiyanto dengan hakim anggota Deni Lipu, Moh. Bekti Wibowo terungkap istilah-istilah percakapan atau chating antara terdakwa dan istri pelapor.

Baca Juga  Lantik Ratusan Anggota Pelopor se-Jatim, Ketua PKS Jatim Kang Irwan: Kesempatan Tingkatkan Kontribusi untuk Rakyat dan NKRI Lebih Banyak

Salah satu Jaksa Penunut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Ponorogo, Budi Prakoso kepada kanalindonesia.com menyampaikan,” tadi ketiga saksi menerangkan yang pada pokoknya sama dengan berita acara pemeriksaan di kepolisian,” terangnya

Selanjutnya, kata Budi, minggu depan akan kembali dihadirkan saksi dan ahli untuk memperkuat pembuktian.

“Memang sesuai dengan berkas dari kepolisian. Sesuai unsur unsur dalam dakwaan UU ITE,” jelasnya.

Sementara Indra Priangkasa, Penasehat Hukum Bambang Tri Wahono mengatakan bahwa pihaknya telah lega, hal itu disebabkan seluruh saksi telah memberikan keterangan apa adanya.

“Saksi tadi mengatakan tidak keberatan dengan isi chat itu, tadi juga ditanya oleh majelis dan jaksa,” katanya.

Indra menyebut, bahwa pelanggaran Undang-Undang ITE adalah pembuktian materiil bukan terhadap perbuatannya, namun penggunaan sarana-sarana elektronik dan untuk pembuktian terhadap perbuatannya itu di pidana umum.

Baca Juga  Jamin Kebutuhan Air Petani, Dinas PUPR Rehabilitasi Saluran Irigasi Dam Bangak

Dalam persidangan, Indra memepersoalkan cara perolehan barang bukti.

“Cara perolehannya mulai dari merebut satu ini sudah melawan hukum yang kedua kemudian saksi Widi berusaha tanpa hak untuk mengetahui isi HP itu juga salah lagi, melawan pasal 30 Undang-Undang, kemudian dia menyebarluaskan menunjukkan kepada Abu Bakar itu salah lagi,”tegasnya.

Indra menganggap jika barang bukti atau alat bukti yang ditampilkan di persidangan ini validitasnya tidak cukup untuk dikualifikasi sebagai alat bukti persidangan.

Dijadwalkan sidang pada Kamis depan, tim Jaksa akan menghadirkan satu saksi dan ahli.

Diketahui, Bambang Tri Wahono, mantan Kepala Dinas di lingkungan Pemkab Ponorogo yang juga mantan calon Wakil Bupati Ponorogo pada Pilkada 2020 itu terjerat kasus hukum ITE, yang ditangani Polda Jawa Timur. Kini kasusnya telah disidangkan di Pengadilan Negeri Ponorogo.

Share :

Baca Juga

Jatim

Forkopimda Kota Kediri Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Masal di Mapolres Kediri Kota

Jatim

Kang Bupati Sugiri Dampingi TNI AL Koarmada II Vaksinasi Covid-19 bagi Masyarakat Ponorogo

Jatim

LaNyalla Minta Warga Jatim Waspadai Potensi Hujan Besar

Birokrasi

Siswa Dikmabawan TNI AL Angkatan XLI Kodiklatal Dapatkan Pembekalan Pabandya Binkowal

Daerah

Agar Demokrat Makin Meroket, Harus Satu suara Dukung AHY Presiden 2024

Jatim

Mas Dhito Targetkan 2 Minggu Selesai Relokasi Pedagang Terdampak Kebakaran Pasar Ngadiluwih

Daerah

PKS Jawa Timur Gelar Rakorwil Kejar Capaian 2024

Daerah

Heru Tjahjono Buat Tradisi Baru Antar Pj Sekdaprov Baru Ketemu Pimpinan DPRD Jatim