Home / Birokrasi / Daerah / Demokrasi / Hukum / Jatim / Nasional / News / Peristiwa

Jumat, 16 Juli 2021 - 11:01 WIB

Tahap II Rampung, Pengacara FF Aniaya ART Siap Disidangkan

Editor - ADDY

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menerima pelimpahan tahap II kasus dugaan penganiayaan dengan tersangka Firdaus Fairus (54) terhadap asisten rumah tangga (ART)-nya, Elok Anggraeni Setyawati (45), pada Kamis kemarin, (15/7/2021).

Namun untuk proses tahap II sendiri dilakukan secara online (daring) dari Polrestabes Surabaya. Mengingat masih dalam pandemi Covid-19.

Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Surabaya, Farriman Isandi Siregar menjelaskan, setelah menerima pelimpahan tahap II selanjutnya pihaknya melakukan penahanan terhadap tersangka FF sampai 20 hari kedepan di Rutan Polrestabes Surabaya.

“Mungkin dalam waktu dekat, berkas akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Surabaya untuk disidangkan,” kata Farriman di Kejari Surabaya, Jumat (16/7).

Sementara itu Susilowati, pengacara Fairus, saat di konfirmasi terkait proses pelimpahan tahap ll tersebut juga turut membenarkan. Menurut Susi, proses pelimpahan berlangsung lebih kurang 3 jam lamanya.

Baca Juga  Kasubdit Wil.III Direktorat Air Minum dan Kepala BPPW Maluku Utara Kunjungi Pemda Tidore

“Saat ini klien kami masih ditahan. Karena kondisi pandemi saat ini, penahanan tetap di Polrestabes (Surabaya),” tutur Susi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (15/7).

Disinggung terkait adanya informasi pengajuan penangguhan tahanan untuk tersangka, Susi mengatakan bahwa kliennya tersebut harus kontrol ke dokter, kondisi kejiwaan Fairus yang terganggu.

“Kami akan mengajukan penangguhan penahanan ke jaksa pekan depan. Alasannya, klien kami mengalami gangguan jiwa berat dan harus rutin kontrol ke dokternya. Selama ditahan, tersangka tidak bisa dirawat. Nanti dikhawatirkan akan mengalami gangguan jiwa berat,” kata Susilowati.

Hingga kini belum ada perdamaian antara Fairuz dengan Elok. Susilowati mengeklaim bahwa pihaknya sudah berusaha untuk beritikad baik menemui Elok, tetapi masih belum berhasil. Hanya organisasi advokatnya saja yang sudah memberikan tali asih ke Elok. Dia akan meminta bantuan lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK) untuk dimediasi.

Baca Juga  Dikabarkan Ferdy Sambo Akan Ditetapkan sebagai Tersangka

“Kami beberapa kali kesulitan untuk menemui (Elok) karena informasinya korban masih dalam perawatan dan belum bisa ditemui karena trauma,” katanya.

Terpisah, Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, Komar Sasmito, ketika dikonfirmasi membenarkan. Namun untuk barang bukti (BB), dia mengaku mengantarkan ke kejaksaan.

“Pelimpahan tersangka online. Tapi, barang bukti tetap kami antarkan ke kejaksaan. Tersangka dititipkan lagi penahanannya di Rutan Mapolrestabes setelah pelimpahan,” ujar saat dikonfirmasi Komar.

Sebagaimana diberitakan, Fairuz diduga kerap menganiaya Elok. Pembantunya tersebut diduga dipukuli menggunakan selang dan paralon. Tangan Elok juga diduga diseterika. Perempuan 54 tahun itu lantas mengantarkan Elok dari rumahnya di Manyar Tirtomoyo ke Liponsos. Ady

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Update Gempa Maluku, BNPB Terus Monitor Dampak Gempa M 6,1

Ekbis

Ini Yang Dilakukan Pemprov Lampung Dalam Membangkitkan Perekonomian Pasca Pandemi

DIY

Kunjungan Kerja ke DIY, Presiden Ingin Pastikan Vaksinasi Terus Bergulir

Jatim

Sosialisasi Keinsinyuran Pertama Kali, Wali Kota Kediri: Pembangunan di Kota Kediri Harus Penuhi Ekspektasi Masyarakat

Jatim

Dialog Bersama Nelayan, Presiden Jokowi Serap Tiga Aspirasi Nelayan

Daerah

Gugatan KSP Moeldoko Tidak Punya Legal Standing, Demokrat : Hukum Itu Akal Sehat 
warga ikuti serbuan vaksinasi

Peristiwa

Balai Kesehatan Pangkalan Jati Terus Layani Vaksinasi Kepada Masyarakat Umum

Jabar

Operasi Lilin Lodaya, Polsek Terisi Polres Indramayu Bersama Tim Satgas PPKM Melaksanakan Pengecekan Prokes di Objek Wisata