Home / Birokrasi / Daerah / Demokrasi / Hukum / Jatim / News / Peristiwa

Rabu, 11 Mei 2022 - 14:30 WIB

Terpidana Kasus Pencabulan Anak Dibawah Umur Ditangkap Tim Tabur Kejari Surabaya

Editor - ADDY

SURABAYA, KANALINDONESIA.COM: Ali Shodiqin tak bisa berkutik ketika diamankan Tim Tangkap Buronan (Tim Tabur) Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya di sekitar rumah mertuanya kawasan Trosobo Taman Sidoarjo, Rabu (11/5/2022).

Seperti diketahui, Ali merupakan seorang terpidana kasus pencabulan terhadap anak dibawah umur. Ternyata Ali juga termasuk dalam rentetan dari ketiga terpidana yang ditangkap terlebih dulu oleh Tim Tabur Kejari Surabaya sejak bulan Januari tahun 2022 ini.

Kepala Kejari Surabaya, Danang Suryo Wibowo melalui Kasi Intelijen Kejari Surabaya Khristiya Lutfiasandhi membenarkan terkait penangkapan tersebut.

“Terpidana ditangkap oleh Tim gabungan Pidum dan Intelijen di sekitar rumah orang tuanya sekitar jam 11.00 WIB tanpa perlawanan,” kata Khristiya dikutip Kicom, (11/5).

Baca Juga  HUT RI ke 77, Masyarakat Perkebunan di Jatim Masih Belum Merdeka Dari Kemiskinan

Setelah menjalani proses swab antigen, terpidana dibawa ke Rutan Kelas 1 Surabaya, Medaeng, untuk menjalani pidana badan selama 5 tahun dan pidana denda sebesar Rp. 60 juta subsider 2 bulan penjara.

Ali Shodiqin (tengah) digiring Tim Tabur Kejari Surabaya ke Rutan Kelas 1 Surabaya, Medaeng, (foto: Ady_Kicom)

Hal tersebut sesuai dengan putusan Mahkamah Agung RI No: 2008 K/Pid.Sus/2021 tanggal 2 Agustus 2021. Dalam putusan itu, terpidana terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekerasan dan perbuatan cabul terhadap anak secara berlanjut sebagaimana diatur di dalam Pasal 80 Jo Pasal 76C UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca Juga  Pidato Presiden RI pada Sidang Tahunan MPRRI, Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Dalam Rangka HUT ke-77 Proklamasi Kemerdekaan RI

Sebagaimana diketahui, bahwa terpidana Ali pernah menjabat kepala sekolah di salah satu SMP swasta Surabaya pada tahun 2018 silam.

Saat itu terpidana telah melakukan tindakan cabul terhadap beberapa murid laki-laki karena dianggap nakal dan tidak sholat Dhuhur berjamaah dengan cara memegang alat vital korban.

Akibatnya, korban merasa ketakutan dan trauma serta melaporkannya kepada orang tua. Orang tua siswa yang tidak terima atas perlakuan terpidana, akhirnya melaporkannya ke Polda Jawa Timur. Ady

Share :

Baca Juga

Daerah

Tidak hanya Politisi Demokrat, Ketua Fraksi Golkar DPRD Jatim Pun Merasa Kehilangan Sosok Hj. Sri Subiati, S.E.

Daerah

Pembahasan PAPBD Jatim Molor ? Sahat : Kami menunggu Eksekutif

Jatim

Mantan Ketua KPK, Kini Tekuni Dunia Lingkungan Hidup

Jatim

Stabilkan Harga Sembako, Wali Kota Kediri Bersama TPID Gelar Operasi Pasar Murni

Jabar

Personel Polsek Mundu Polres Cirebon Kota Bripka Candra Ajak Warga Jaga Kamtibmas Bersama

Peristiwa

Erupsi Ile Lewotolok Terjadi Hingga 26 Kali Sehari

Jabar

Personel Polsek Indramayu Semprot Disinfektan di Kelurahan Paoman
Serbuan vaksinasi bagi anak usia 6 -11 tahun

Peristiwa

Koopsau I, Lanud Halim Perdanakusuma dan RSAU dr. Esnawan Gelar Serbuan Vaksinasi Bagi Anak Usia 6-11 Tahun