Home / Daerah / Jatim

Minggu, 1 Agustus 2021 - 23:34 WIB

Wagub Emil Dardak Bilang Meski BOR Turun, Pembukaan Aktivitas Ekonomi Harus Dilakukan Dengan Sangat Hati-hati

Editor - ANANG

SURABAYA KANALINDONESIA.COM : Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan bahwa kondisi yang terjadi terkait Covid du Jatim hari ini terus disikapi dengan sangat hati hati. Salah satunya saat membuka kegiatan ekonomi masyarakat. Jangan justru akan jadi masalah.

“Minimal kita sedang melihat melandainya kasus aktif meskipun grafik melandainya masih tinggi, Kita harus sangat hati-hati membuka kegiatan ekonomi jangan sampai melonjak lagi” tuturnya saat bersama Rektor ITS Mochamad Ashari dan Ketua IKA ITS Wahid Wahyudi menyaksikan proses vaksinasi di Graha ITS Minggu (1/8/2021).

“Data tadi pagi yang saya dapat keterisian ICU 1.193 dari 1.479 ini ada ini 81% kemudian untuk tempat tidur isolasi 12.640 dari 17.879 jadi kurang lebih ada di 71% isolasi selanjutnya antrian IGD 380 tertinggi kota Malang 90 disusul Surabaya 76, kota Madiun 32” imbuhnya.

Baca Juga  Tinjau Sidang MSAT, Kapolrestabes Surabaya Sebut Untuk Antisipasi

BOR dan IGD menunjukan tren penurunan dibeberapa daerah di Jawa timur

“Terkait BOR untuk antrian di IGD berdasarkan data terbaru sudah turun dibawah 400an kita pernah menyentuh di 800an sekerang sudah turun, ada beberapa daerah seperti malang ini kok sudah nyalip Surabaya untuk jumlah antriannya padahal sudah ada RS Darurat yang okupansinya sudah mulai turun” tuturnya.

“Untuk ICU sendiri awal bisa menyentuh 20an untuk zona hitam hari ini ada dikisaran 15an, tolong jangan kita lupa ini bisa membaik karena kita membatasi aktivitas kita” Imbuhnya.

Mantan Bupati Trenggalek itu menjelaskan kondisi beberapa daerah

“Seperti Trenggalek yakni 19, ini sebenarnya ngga banyak tetapi untuk ukuran Trenggalek ini sudah banyak ini kami coba cek ke pak Bupati. Sebenarnya antrian IGD ini sudah turun dan BOR sudah turun” jelasnya

Baca Juga  Dirut PT Meratus Line Ditetapkan Polisi Sebagai Tersangka Terkait Penyekapan Karyawan

“Begitu juga dengan Malang kami tadi sudah kontak pak Walikota Malang untuk mengurai penumpukan di IGD, kita bisa identifikasi nanti apakah ini menumpuk di IGD RS tertentu sehingga tidak terdistribusi, sebenarnya bisa didistribusikan ke RS lain yang bisa merawat” tambahnya.

Prokes Covid 19 varian delta berbeda

“Prokes Covid 19 yang lalu unutk adaptasi kebiasaan baru berbeda dengan prokes untuk varian delta ini, kita ini sedang sangat hati-hati untuk menerapkan prokes yang bisa kita terapkan dimasyarakat dan tentunya pemerintah pusat akan memberikan kebijakan yang baik” ungkapnya.

“Kita layak bersyukur kasus aktif barunya di Surabaya lebih rendah dibandikan kasus sembuhnya sehingga kasus aktifnya berkurang tetapi ini baru terjadi di Surabaya dan beberapa daerah lain, kebanyakan daerah-daerah lain masih naik” tutupnya. Nang

Share :

Baca Juga

Jabar

Cegah Tindak Pidana C3, Polsek Sindang Polres Indramayu Rutin Gelar Patroli Malam

Jatim

Pesan Duet Manager SIWO PWI Jatim Jelang Laga Final Piala Gibran

Daerah

Khofifah Sampaikan Positive Rate Jatim Sesuai Standar WHO

Jatim

Kota Kediri Berhasil Naikkan Level Smart City Tahun 2021. Kepala Diskominfo: Smart City Melibatkan Partisipasi Semua Perangkat Daerah dan Stekeholder

Daerah

Ketua Komisi E Minta Sekdaprov Baru Gerak Cepat Turunkan Kemiskinan Jatim

Daerah

Gak Beres !! Janji Gubernur Jatim UMKM Bisa Jualan di Paltfrom Elektronik Tidak Ada Realisasinya

Birokrasi

Perwira Menengah Baru Akan Dilantik Besok Pagi di Polda Jatim

Jabar

Patroli Sambang Polsek Cantigi Antisipasi Gangguan Kamtibmas di Masa PPKM