Pendaftaran InaRISK Hackathon Fest 2021 Diperpanjang

- Editor

Selasa, 1 Juni 2021 - 13:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: BNPB dan UNDP memperpanjang pendaftaran InaRISK Hackathon Fest (IHF) 2021 hingga 6 Juni 2021. Perpanjangan ini memberikan kesempatan yang lebih luas kepada masyarakat Indonesia dalam inovasi teknologi informasi di bidang kebencanaan.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan United Nations Development Programme (UNDP) bekerja sama dengan Pemerintah Jepang dan U-Inspire Indonesia dalam penyelenggaraan kompetisi yang baru pertama kali digelar di Tanah Air. Kompetisi ini memperlombakan 2 kategori yaitu Digital Solution Competition dan Mobile Apps Competition.

Sahabat tangguh dimana pun berada dan berwarga negara Indonesia dengan usia 18 – 40 tahun dapat mendaftarkan diri untuk kompetisi ini. Ayo, insan muda Indonesia yang antusias dan hobi mengeksplor teknologi digital maupun data serta pengembangan aplikasi untuk mengikuti kompetisi sekaligus menyumbangkan ide-ide untuk penanggulangan bencana Indonesia.

Di samping itu, panitia InaRISK Hackathon Fest 2021 mensyaratkan 1 tim terdiri maksimal 3 orang. Sekali lagi, jangan lupa untuk mendaftarkan dan mengumpulkan ide kalian sampai dengan tanggal 6 Juni 2021.

Pendaftaran InaRISK Hackathon Fest 2021 tidak dipungut biaya alias gratis. Para jawara dari IHF 2021 ini nantinya akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, piagam penghargaan, serta hadiah dari para sponsor. Khusus pemenang yang menciptakan solusi inovatif serta juara favorit kategori Mobile Apps Competition akan di publikasikan pada saat acara pertemuan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) tahun 2022.

Baca Juga :  KPK Usut Tiga Rumah Sakit Lakukan Klaim Fiktif BPJS Kesehatan

Adapun tema dari IHF 2021 adalah “Solusi Digital Bagi Penguatan dan Edukasi Pengurangan Risiko Bencana untuk Mewujudkan Ketangguhan Demi Masa Depan yang Lebih Baik.”

InaRISK adalah sebuah sistem informasi kajian risiko bencana online berbasis GIS yang user friendly. InaRISK dikembangkan sejak tahun 2016 dan dapat dimanfaatkan untuk analisis perencanaan maupun identifikasi awal untuk risiko bagi masyarakat. Masyarakat bisa memanfaatkan inaRISK melalui laman https://inarisk.bnpb.go.id , dan bisa juga mengunduh InaRISK Personal pada telepon selular melalui google play store untuk android maupun app store.

Ayo daftarkan tim kalian segera sebelum terlambat melalui laman https:// inarisk.bnpb.go.id/hackathon/. Jika sahabat tangguh menghadapi kesulitan dalam pendaftaran IHF 2021, silahkan hubungi [email protected]

Berita Terkait

Usai Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pembunuhan, PN Surabaya Dapat Kiriman Karangan Bunga “Atas Matinya Keadilan”
Kajati Jatim Kecewa Hakim Vonis Bebas Anak Politikus PKB
KPK Usut Tiga Rumah Sakit Lakukan Klaim Fiktif BPJS Kesehatan
Sambut HUT Jalasenastri Ke-78, Ketua Korcab III DJA I Hadiri Bakti Sosial Donor Darah
Hakim Vonis Bebas Anak Politikus PKB, Kejari Surabaya Ajukan Kasasi
Gregorius Ronald Tannur Bebas, Hakim Anggap Korban Tewas karena Alkohol
Usut Korupsi Bansos Covid 19, KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Jabodetabek
Tata Kelola Kebijakan Indonesia Masih Jauh dari Standar OECD, Ini Rekomendasi Masyarakat Sipil

Berita Terkait

Jumat, 26 Juli 2024 - 11:54 WIB

Usai Vonis Bebas Terdakwa Kasus Pembunuhan, PN Surabaya Dapat Kiriman Karangan Bunga “Atas Matinya Keadilan”

Kamis, 25 Juli 2024 - 13:45 WIB

Kajati Jatim Kecewa Hakim Vonis Bebas Anak Politikus PKB

Kamis, 25 Juli 2024 - 13:24 WIB

KPK Usut Tiga Rumah Sakit Lakukan Klaim Fiktif BPJS Kesehatan

Kamis, 25 Juli 2024 - 12:01 WIB

Sambut HUT Jalasenastri Ke-78, Ketua Korcab III DJA I Hadiri Bakti Sosial Donor Darah

Kamis, 25 Juli 2024 - 10:34 WIB

Hakim Vonis Bebas Anak Politikus PKB, Kejari Surabaya Ajukan Kasasi

Rabu, 24 Juli 2024 - 19:42 WIB

Gregorius Ronald Tannur Bebas, Hakim Anggap Korban Tewas karena Alkohol

Rabu, 24 Juli 2024 - 06:54 WIB

Usut Korupsi Bansos Covid 19, KPK Geledah Sejumlah Lokasi di Jabodetabek

Selasa, 23 Juli 2024 - 20:34 WIB

Tata Kelola Kebijakan Indonesia Masih Jauh dari Standar OECD, Ini Rekomendasi Masyarakat Sipil

KANAL TERKINI