“Sangat manusiawi, bagi orang susah di masa pandemi perlu biaya untuk menopang kebutuhan hidupnya. Tapi yang kami tegaskan adalah aturan main program ini. Untuk mendapat insentif itu, seseorang harus menyelesaikan pelatihan terlebih dulu guna meningkatkan keterampilannya,” kata doktor ekonomi lulusan University of Colorado at Boulder Amerika Serikat ini.
Tak lupa Denni menggarisbawahi efisiensi Program Kartu Prakerja dengan sistem digital ‘end to end’, termasuk meminimalisirnya dari tindak pidana korupsi.
“Teknologi digital membuat kami bekerja sangat efisien, karena korupsi sangat susah dilakukan dengan adanya jejak digital. Di Prakerja, semua berlangsung non tunai. Pendaftaran secara langsung, tidak ada broker, ucapan terima kasih dan segala macam hal-hal seperti itu. Semua sangat terbuka,” tukasnya.
Di akhir diskusi, Denni mengingatkan, berbagai persoalan ketenagakerjaan dan pembangunan sumber daya manusia kita tak bisa ditumpukan hanya pada Program Kartu Prakerja.
“Pemerintah masih menyediakan berbagai pelatihan peningkatan keterampilan kerja melalui lembaga lain, seperti Balai Latihan Kerja (BLK) dan BLK Komunitas Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Kementerian Perindustrian, dan lain-lain,” pungkasnya.
Selain Denni Purbasari, diskusi ini juga menghadirkan Direktur Pengawasan Bidang Ekonomi Kreatif, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan BPKP Bram Brahmana, Wakil Dekan Akademik, Riset dan Kemahasiswaan FEB UNS Surakarta Izza Marfuha, Ketua Prodi Magister Ekonomi FEB Universitas Trisakti Rinaldi Rustam serta Rully Sofyan selaku salah seorang penerima Manfaat Program Kartu Prakerja.
“Saya merasakan manfaat besar menjadi penerima Kartu Prakerja. Saya bisa kasih nilai antara 8-9, terlepas dari beberapa perbaikan yang harus dilakukan,” kata Rully Sofyan, seorang advokat berusia 57 tahun yang menjadi penerima Kartu Prakerja Gelombang IV.
Rully merasa mendapat keterampilan baru dengan mengikuti pelatihan ‘Membuat Web Ecommerce dengan WordPress’ melalui lembaga pelatihan ‘Baba Studio’ – Tokopedia.
“Materinya sangat bagus, tak hanya memberikan soal e-commerce, tapi juga pengenalan Search Engine Optimitization (SEO). Saya puas sekali, karena videonya bisa diputar ulang jika ingin dilihat kembali. Kemampuan digital saya sangat berkembang di usia seperti ini,” kata Rully.
