LaNyalla pun menyoroti mengenai keringanan pajak yang diberikan pemerintah di beberapa sektor tertentu. Meski menilai salah satu program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) imbas pandemi itu baik dan bermanfaat, ia melihat masih adanya kendala implementasi di lapangan.
“Pertanyaannya adalah, apakah sudah bisa diakses oleh semua pelaku yang seharusnya mendapat manfaat? Karena permasalahan ini sering saya temukan. Karena saya sudah berkeliling ke 34 Provinsi di Indonesia. Saya bertemu hampir semua stakeholder di daerah. Termasuk kalangan dunia usaha,” urainya.
Mantan Ketua Umum PSSI itu mengaku masih kerap mendapat aspirasi dari masyarakat di daerah yang belum mendapatkan manfaat langsung dari program Pemulihan Ekonomi Nasional. LaNyalla berharap semua pihak berperan untuk membantu pemerintah agar PEN bisa tepat sasaran.
“Kita juga tidak boleh pesimistis dengan keadaan pandemi ini. Vaksinasi nasional yang terus dipacu oleh Presiden Jokowi perlu kita dukung. Sebagai jembatan menuju pemulihan ekonomi,” tegasnya.
Ketua Umum HIPMIKIMDO, Laurensius Manurung, dan Ketua Dewan Pakar HIPMIKIMDO sekaligus Wakil Ketua Komite II DPD RI, Bustami Zainuddin, menyampaikan pengantar dalam webinar ini. Selain itu, webinar HIPMIKIMDO juga menghadirkan Dosen Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (UI), Dr. Titi M Putranti dan Alumni Doktoral Fakultas Ekonomi & Bisnis UI, Dr Agus P.H.
Webinar juga diisi oleh dua orang penanggap. Mereka adalah Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Martin Manurung dan seorang pengusaha, Jonny Sinaga. (*)
