Dengan banyaknya logistik jamu yang semakin banyak, ia berharap warga yang kini sedang terpapar Covid-19 bisa dapat tertolong tanpa dipungut biaya untuk 1 liter plastik jamu tersebut. Cukup datang ke kantor desa, pihaknya bakal memberikan secara cuma-cuma, supaya masyarakat sembuh dan selalu ikhtiar bersama. Selama ini, dari catatan Desa Ceweng, dari 44 kasus warganya mengalami Covid 19, hanya 2 kasus saja yang tidak terdata dari desa sehingga pihaknya belum sempat memberikan jamu tradisional ini kepada pasiennya.
“Alhamdulillah sudah banyak warga kami yang sembuh dengan meminum jamu gratis Desa Ceweng. Dari 4 ribu warga di 3 Dusun hanya 10 persen saja yang tidak tertolong. Namun 90 persen lainnya baik itu warga yang sedang kritis maupun memiliki gejala ringan dalam waktu hampir seminggu mereka yang meminum jamu ini semuanya sembuh dan bisa kembali dikediamannya masing-masing serta pola nafsu makanannya kembali lahab dan normal,” pungkasnya.(Bio)
