“Pemprov terus memaksimalkan belanja daerah sebagai stimulus perekonomian masyarakat. Alhamdulillah, realisasi belanja daerah hingga 5 Agustus ini mencapai 44,29 persen dan pendapatan daerah mencapai 61,04 persen. Kedua pencapaian ini merupakan kinerja luar biasa yang dilakukan seluruh OPD di Pemprov Jatim serta kolaborasi yang baik dengan DPRD Jatim dan seluruh stake holder Forkopimda Jatim,” tutur Khofifah yang juga Ketua Umum IKA UNAIR tersebut.
Realisasi belanja pemerintah ini secara tidak langsung juga berdampak pada perbaikan indikator kesejahteraan masyarakat yang ditandai dengan penurunan kemiskinan sebesar 0,06 persen di bulan Maret 2021 menjadi 11,4 persen.
Gubernur perempuan pertama di Jatim tersebut menegaskan, pertumbuhan ekonomi yang terus bergerak positif ini harus tetap dibarengi dengan upaya maksimal dalam penanganan Covid-19. Karena itu, Pemprov bersama Forkopimda Jatim serta stake holder dari berbagai komponen terus berupaya melakukan percepatan vaksinasi Covid-19 untuk mengejar terwujudnya herd immunity.
“Kita optimis akan dapat menginjak gas lebih kencang lagi jika herd immunity itu sudah tercapai. Namun, rem tetap harus berimbang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Pandemi ini belum selesai, jangan longgarkan dulu masker kita, tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan,” ujar Gubernur Khofifah. (shi)
