Dalam aspirasinya Rohan, Kades Ngampungan, Kecamatan Bareng memaparkan sekilas Desa Wisata Ngampungan Pemerintah Desa Ngampungan yang sedang merintis menjadi Desa Wisata. Dengan mengoptimalkan sumber daya masyarakat, dia berharap bisa menciptakan kemandirian dan peningkatan perekonomian masyarakat desa. Salah satu upayanya adalah mengembangkan Wisata Pandansili, sebuah destinasi wisata kolam renang peninggalan Belanda, yang menggunakan sumber air alami yang terus mengalir.
Kondisi usaha wisata Pandansili banyak digemari pengunjung karena HTM nya terjangkau. Namun kendala yang dihadapi adalah Jembatan Darurat masuk kelokasi wisata. Dia berharap ada bantuan untuk Jembatan Permanen. Dengan luas lahan terbatas sekitar 4000 meter persegi, Rohan berharap adanya bantuan hibah untuk pembebasan lahan di sekitar wisata Pandansili.
Rohan juga memberikan masukan pada Kemenparekraf untuk memfasilitasi ekosistem pelaku usaha wisata khususnya di Kecamatan Bareng, Kecamatan Wonosalam, umumnya di Kabupaten Jombang Jawa Timur. Memberikan bantuan Pemasaran Wisata dan Produk IKM penunjangnya.
Sedangkan untuk Desa Wisata Sendang Made disampaikan oleh Ning Winarsih (Kepala Desa Made, Kecamatan Kudu), bahwa Pemerintah Desa Made sedang merintis menjadi Desa wisata budaya. Dengan mengoptimalkan sumber daya masyarakat, Ning Winarsih berharap bisa menciptakan kemandirian dan peningkatan perekonomian masyarakat desa. Salah satu upayanya adalah dengan mengembangkan situs sejarah Sendang Made yang merupakan peninggalan Prabu Airlangga. Sendang made sebagai Destinasi Wisata Sejarah dan Budaya yang memilliki banyak sejarah pada masa Prabu Airlangga dan juga terdapat beberapa artefak jaman dahulu peninggalan Prabu Airlangga yang ditemukan di Sendang made.
Di Sendang Made juga terdapat ritual “Berendam” yang dilakukan, ritual ini bertujuan untuk meditasi. Namun kendala yang dihadapi Wisata Made terletak di wilayah perhutani, balai besar cagar budaya, dan pemerintah Desa. Dan Sumber Daya Manusia yang kurang. Dia berharap Kemenparekraf memfasilitasi pengembangan terkait wisata budaya khususnya di wisata sejarah di Kabupaten Jombang. Memberikan pelatihan terkait peningkatan sumber daya manusia di bidang pariwisata khususnya Desa Wisata yang ada di Jombang.
Cak Adi Purwanto, dari KUB Hasta Karya Jombang, menjelaskan bahwa KUB Hasta Karya Jombang yang bergerak di bidang pengecoran logam kuningan berupa kerajinan segala jenis Arca, Binatang dll pemasaran tidak langsung melalui Bali 70 %, yang langsung ke Eropa 30 %. Namun kondisi pandemic Covid 19 produksi berhenti selama 1 tahun lebih.
Kendala yang dihadapi saat ini bahan baku naik 40 % dan carinya sulit. Modalnya habis untuk biaya hidup selama pandemic. Jika kirim ke luar negeri masih ribet, dan biaya ongkos kirimnya mahal. Cak Adi Purwanto memberikan masukan pada Kemenkraft untuk difasilitasi tentang pemasaran dari produk Hasta Karya serta pruduk unggulan Jombang lainnya ke luar negeri. Dia berharap ada pameran ekonomi kreatif yang dihadiri oleh buyer baik dari dalam dan luar negeri karena dampaknya sangat besar bagi IKM Jombang
