Assosiasi Kopi Wonosalam Cak Muhamad Edi Kuncoro dari Rubath Kopi Jombang yang sekaligus mewakili Asosiasi Kopi Wonosalam, Koperasi Kopi dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Excelsa Jombang, menyampaikan kondisi terkini kopi Wonosalam Jombang sudah mulai dikenal dimasyarakat luas. Ini berkat kerja sama yang luar biasa dari petani kopi, pemerintah daerah dan penggiat kopi atau Wonosalam Coffee Lover. Namun seiring bertumbuhnya Kopi Wonosalam, beberapa bulan ini mengalami pukulan telak akibat dampak PPKM Darurat, yang menyebabkan beberapa kedai banyak yang tutup karena biaya operasional lebih tinggi dibandingkan pemasukan. Otomatis ini berdampak kepada petani muda yang customernya lebih banyak kekedai dan cafe karena penyerapannya berkurang. Dirinya sudah melakukan upaya penjualan sistem online, bahkan melakukan pengiriman ke Jerman dan Brunai Darussalam namun masih juga belum signifikan hasilnya. Calon buyer dari Turki setelah melakukan zoom meeting dan merasakan kopi Wonosalam ingin meninjau langsung kerumah produksi dan melakukan pembicaraan lebih lanjut, namun karena PPKM Darurat akhirnya dibatalkan. Untuk itu dirinya berharap Kemenparekraf melakukan pendampingan dan memberikan daya dukung kolaborasi dengan pelaku pariwisata.
Dari semua pertanyaan dari persoalan yang diajukan oleh para pelaku usaha siap difolow up oleh Kemenparekraf. Satu persatu para deputi dari Bang Sandiaga Uno yang membidangi membantu memberikan jawaban solutif. Seperti Vincensius Jemadu, Deputi Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur siap akan melakukan pendampingan pengelolaannya. Siap berkolaborasi meningkatkan kreatifitas dan kualitas dari hasil ekonomi kreatif di Jombang. Disebutkan juga bahwa potensi ekonomi kreatif akan menjadi bermakna jika mampu memberikan rasa aman dan nyaman. Saat ini percepatan Program Vaksinasi Covid19 sangat penting untuk segera dilakukan.
Banyak informasi terkini yang dibagikan kepada para pelaku usaha parekraf yang bisa segera ditangkap. Dibidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif, Yuke Sri Rahayu, meminta para pelaku usaha untuk dapat mengikuti informasi di website www. Kemenparekraf.go.id dan medsosnya Bang Menteri.
Dalam acara Webinar ini, hadir juga Cak Iim Rusyamsi (Ketua Umum OK OCE Indonesia) yang mengenalkan bagaimana Gerakan OK OC dengan 7 TOP Tahapan OkeOce Prima. Yakni mulai dari Pendaftaran, Pelatihan, Pendampingan, Perijinan, Pemasaran, Pelaporan Keuangan Permodalan. Tampak hadir juga secara offline Ketua Umum OK OCE INA Makmur Jawa Timur Cak Joko Dwitanto, Inisiator Webinar Ngopi, beserta para Kepala OPD Lingkup Pemkab Jombang, Camat, Pelaku Usaha juga masyarakat luas yang bergabung dalam zoom meeting maupun join youtube dan mendengarkan Radio Suara Jombang di 104.1 FM.
