Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL NASIONAL

Kartu Prakerja: The First Government Startup, Cara Pemerintah Ubah Wajah Layanan Publik di Era Digital

Untuk memastikan pelatihan yang disediakan bervariasi, Manajemen Pelaksana bermitra dengan ratusan lembaga pelatihan.

“Prakerja menghidupkan pasar peningkatan keterampilan. Antar badan usaha saling bersaing memberikan layanan dan harga terbaik bagi konsumen,” jelas Denni.

Hasil survey BPS menunjukkan bahwa 91 persen peserta mengatakan keterampilan kerja mereka meningkat. Hal ini selaras dengan evaluasi Manajemen Pelaksana dimana skor pre-test peserta meningkat dari awalnya 59 menjadi 73 pada saat post-test.

Cara baru melamar pekerjaan

Pada kesempatan ini, Denni Purbasari memaparkan bahwa ekosistem Kartu Prakerja sudah bekerja sama dengan dua job portal untuk memberikan fitur ‘job recommendation’ di dashboard masing-masing peserta.

“Misalnya, seorang penerima Kartu Prakerja menyelesaikan pelatihan desain grafis, maka ia akan menerima informasi lowongan pekerjaan di bidang itu di dashboard-nya,” urainya.

“Di situ ada sepuluh besar lowongan pekerjaan yang paling dicari. Terus diperbarui dari bulan ke bulan dan dibreakdown sampai provinsi,” kata Deputi Bidang Ekonomi Kepala Staf Kepresidenan 2015-2020 ini.

Untuk saat ini, sepuluh besar pekerjaan paling dicari yang tercantum pada ‘Tren Rekrutmen’ www.prakerja.go.id diduduki antara lain bidang penjualan ritel, pemasaran/pemgembangan bisnis, IT-perangkat lunak, akuntansi umum/pembiayaan, penjualan-korporasi, personalia, perbankan dan staf administrasi umum.

Dengan fitur baru berupa informasi lowongan dan trend pekerjaan secara digital, Program Kartu Prakerja mengubah kebiasaan lama banyak pencari kerja, yang selama ini mengirim lamaran pekerjaan berupa kertas tercetak dikemas dalam amplop coklat berdasarkan informasi dari mulut ke mulut.

“Tentu saja, menggunakan cara konvensional seperti itu, upaya seorang pencari kerja tak akan menemui hasil optimal dan sangat berbeda dibandingkan jika melamar pekerjaan secara digital melalui job platform. Pola-pola adaptasi baru dengan teknologi seperti inilah yang Prakerja kenalkan kepada angkatan kerja kita,” pungkas Denni.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita