“Kami harus membangun tim yg solid dan kompak, sehingga mampu menumbuhkan spirit kebersamaan utk mencapai tujuan herd imunity ini. Ikatan emosional yang terbangun akan memudahkan kami menggerakkan mesin mesin manajemen vaksinasi. Ini adalah atensi bapak Kapolda agar kami menjalin kerjasama yang baik dengan tim di lapangan baik bhabinsa, bhabinkamtibmas, kades dan tim medis maupun vaksinator. Arahan Kapolda agar tim di lapangan harus bekerja dengan senang dan bahagia,” ujarnya.
Di balik kisah Yulia dan Meri, di harapankan masyarakat umumnya juga bisa berempati bahwa partisipasi untuk vaksinasi sangat diperlukan. Sebab, tugas dan tanggungjawab para nakes tenaga vaksinator penuh dengan risiko. Tak hanya membutuhkan tenaga dan waktu, tetapi mereka juga harus berjibaku melayani hingga pelosok-pelosok pemukiman.(*)
