Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PENDIDIKAN

Perkuliahan Tatap Muka : Antara Harapan Baru dan Pergeseran Pola Komunikasi

Penyelenggara perkuliahan tatap muka juga wajib menyediakan sarana seperti alat cuci tangan, pengecek suhu tubuh di setiap ruangan, dan pembatasan jumlah mahasiswa saat perkuliahan tatap muka berlangsung serta menjaga jarak saat aktivitas akademik berlangsung. Dalam hal ini Satgas Covid-19 universitas memainkan peranan penting dalam menjaga keberlangsungan selama perkuliahan tatap muka. Sukses atau tidaknya perkuliahan tatap muka tergantung komitmen stakeholder terkait dalam mengawal kebijakan pemerintah dengan memperbolehkan kegiatan belajar tatap muka. Dukungan dari segenap pihak yang terlibat di dalamnya baik mahasiswa, dosen, karyawan sangat dibutuhkan untuk memastikan seluruh pedoman betul-betul ditaati dengan baik. Jangan sampai kasus Covid-19 kembali memuncak seperti tahun kemarin akibat mengabaikan protokol kesehatan dan menganggap virus corona sebagai flu biasa. Sejatinya, kondisi pandemic saat ini belum sepenuhnya aman dan virus corona masih ada di sekitar kita.

Perlu diketahui bahwasanya aktivitas belajar online sebenarnya telah menimbulkan pergeseran pola komunikasi yang banyak dihabiskan manusia dalam ruang digital. Kecanggihan teknologi komunikasi saat ini dimanfaatkan manusia dalam berinteraksi dengan orang lain terlebih di masa covid-19 ini segala sesuatu nyaris tidak lepas dari persoalan sosial media baik kebutuhan komunikasi ataupun informasi. Terlebih pemaduan penerapan kebijakan work from home menjadi salah satu bukti bahwa budaya komunikasi telah bergeser dan harus mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru di era pandemi saat ini.Tidak hanya di sektor pendidikan, hampir di seluruh dimensi kehidupan memanfaatkan media siber untuk berinteraksi dengan orang lain. Fenomena komunikasi ini sejatinya menimbulkan problem baru  yakni dengan banyak memanfaatkan sosial media sebagai alat komunikasi secara perlahan dapat membatasi pola komunikasi tatap muka dengan orang lain. Kerenggangan sosial yang terjadi kian memperlebar jarak komunikasi secara tatap muka (dengan wajah) dengan hadirnya media baru (new media) yang banyak menawarkan fitur yang lebih canggih dan praktis. Ketergantungan menggunakan media secara berlebihan dapat membentuk pribadi yang proaktif, padahal media digital hanyalah ruang semu. (Baudrillard, 1998:78). Dunia sesungguhnya adalah dunia nyata, di mana aktivitas manusia berkomunikasi secara tatap muka (dengan wajah), sehingga ikatan sosial-emosional akan terbentuk satu sama lain.

Dunia digital hanya membutuhkan akses internet untuk menampilkan dua orang atau lebih dalam satu jaringan dan tanpa membutuhkan biaya besar untuk mengakses internet. Keterhubungan pengguna dalam satu jaringan pada nantinya akan menghasilkan individu untuk saling berbagi informasi satu sama lain. (Fuch, 20114:35). Terlepas dari memadukan perkuliahan tatap muka dengan pembelajaran secara daring (dalam jaringan), pengguna dapat dengan mudah mengakses informasi secara baik. Hal inilah yang kerapkali dimanfaatkan sebagian orang dalam berinteraksi di dunia maya, sehingga semakin menciptakan model komunikasi baru.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita