KEPULAUAN RIAU, KANALINDONESIA.COM : Menyelam dengan kedalaman 14 hingga 25 meter tanpa basah atau ke lautan ternyata bisa dilakukan, salah satu caranya adalah dengan menggunakan alat hiperbaric chamber seperti yang dimiliki oleh RSAL dr. Midiyato Suratani merupakan fasilitas layanan unggulan yang belum dimiliki oleh rumah sakit lain di wilayah Provinsi Kepulauan Riau.
Awalnya fasilitas tersebut merupakan terapi bagi para penyelam yang mengalami dekompresi, keracunan gas nitrogen dan emboli udara akibat penyelaman, namun secara klinis telah digunakan untuk berbagai masalah kesehatan (penyembuhan luka Diabetes Mellitus, stroke, ketulian mendadak dan lain lain) serta dimanfaatkannya untuk mendapatkan kebugaran, dengan cara meningkatkan asupan oksigen di jaringan, meningkatkan sintesa kolagen, neovaskularisasi dan mempercepat eliminasi asam laktat, seperti yang dilakukan oleh Tim Penyelam dari Fasharkan Mentigi.
Ruang tunggu pelayanan pusat Hiperbarik RSAL dr. Midiyato Suratani yang biasanya penuh digunakan oleh pasien yang menunggu hasil observasi vaksin Covid-19 yang dikuasai oleh Tim Penyelam dari Fasharkan Mentigi terdiri dari Kapten Laut (KH) Andri Trisia Sal Sabella, S.T, Letda Laut (T) Didik Yulianto, Serma Bah Yayat Hidayat, Penda Tk.I III/b Rudi Hendratmo dan Pengatur III/c Fauzan Furqon Jhora, A.Md, yang datang ke tempat tersebut bukan karena mereka memerlukan terapi oksigen hiperbarik untuk penyembuhan penyakit tertentu, namun mereka datang ke tempat tersebut sebagai prajurit pilihan untuk melaksanakan perawatan kebugaran dengan menggunakan terapi oksigen hiperbarik yang dilakukan tanpa perlu menjalani rawat inap, baru baru ini.
Perlu diketahui, Modalitas pengobatan dengan menggunakan Hyperbaric Chamber atau dikenal dengan Ruangan Udara Bertekanan Tinggi (RUBT), merupakan salah satu metode pengobatan yang dilakukan dengan penggunaan 100 persen oksigen pada tekanan tinggi (lebih dari satu atmosfer absolut) didalam ruangan khusus. Peningkatan tekanan udara didalam ruangan hiperbarik ini menyebabkan paru-paru pasien akan menyerap oksigen lebih banyak dari biasanya, sehingga dapat membantu proses penyembuhan berbagai penyakit.
Berbeda dengan oksigen biasa yang diangkut darah, oksigen bertekanan udara tinggi mudah larut dalam cairan plasma yang didistribusikan ke seluruh jaringan tubuh. Semakin banyak oksigen terserap, akan semakin baik fisiologi tubuh dalam memperbaiki jaringan yang rusak.
Untuk mendapatkan perolehan pelayanan terapi oksigen hiperbarik di RSAL dr. Midiyato Suratani seperti yang dilakukan oleh Tim Penyelam dari Fasharkan Mentigi, pasien terlebih dahulu melakukan pendaftaran di ruang poli umum oleh petugas pendaftaran kemudian dilakukan pencatatan, pendataan status pasien (rekam medis pasien), kemudian setelah pasien melakukan pendaftaran pasien menuju HBOT Center untuk melakukan pemeriksaan awal. Dalam hal ini mendapatkan pemeriksaan dan arahan dari Kolonel Laut (K) dr. Ahmad Rofiq yang kesehariannya menjabat sebagai Kadep Jangklin, berupa pemeriksaan meliputi, tensi, autoskop dan fungsi faal jantung dan paru-paru.
