Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Eksbis

Pemanfaatan EBT Untuk Pemulihan Perekonomian di Masa Pandemi

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P. Hutajulu

JAKARTA, KANALINDONESIA.COM: Energi Baru Terbarukan (EBT) mulai dilirik sebagai salah satu sektor dalam pemulihan perekonomian Indonesia di masa pandemi Covid-19.

Pemerintah melalui sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Energi terus mendorong pemanfaatan EBT agar tercipta pembangunan ekonomi jangka panjang yang stabil, mengurangi emisi gas rumah kaca dan menciptakan lapangan kerja.

Pemerintah juga berupaya menciptakan pasar energi terbarukan melalui program renewable energy-based industry development dan renewable energy-based economic development.

Program tersebut dirancang untuk mempercepat pemanfaatan EBT di kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta mendukung pengembangan ekonomi lokal di daerah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar).

Berkenaan hal tersebut, Indoposco menggelar webinar zoom bertajuk “Energi Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi”, di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta, Rabu (24/11/2020)1).

NArasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P. Hutajulu dan Direktur Eksekutif ReforMiner Institute, Komaidi Notonegoro. Webinar dimoderatori oleh Redaktur Pelaksana Indoposco, Ali Rachman.

Webinar zoom bertajuk “Energi Bangkitkan Ekonomi di Tengah Pandemi”, di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta, Rabu (24/11/2020)1).

Pemimpin Redaksi Indoposco, Juni Armanto dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada narasumber yang telah hadir dalam acara daring tersebut. ia berharap dari acara tersebut menghadirkan pointer-pointer yang berguna bagi pembangunan Indonesia.

“Bicara energi bagi kalangan media menjadi isu yang menarik untuk dikupas. Sebab, energi memiliki peranan penting dalam pembangunan di Indonesia,” kata Juni Armanto.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Kementerian Energi, Sumber Daya Mineral (ESDM) Jisman P Hutajulu sebagai narasumber menjelaskan, pemerintah terus mendorong terwujudnya ketahanan energi nasional. Dengan menuangkan dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 Tahun 2014.

Ketahanan energi, menurut Jisman, merupakan suatu kondisi ketersediaan energi, akses masyarakat terhadap energi dengan harga terjangkau dalam jangka panjang dengan memperhatikan aspek perlindungan lingkungan hidup.

“Akses kita telah memiliki untuk menjangkau masyarakat tidak hanya di kota, tetapi juga mereka yang berada di pinggiran,” kata Jisman.

Ia mengungkapkan, listrik yang terjangkau oleh masyarakat, akan mendorong pertumbuhan ekonomi, pertumbuhan industri dan tidak membebani masyarakat. Selain ada ketersediaan energi, juga harus ramah lingkungan.

“Kondisi kelistrikan nasional ada tiga siaga di Bangka, Manokwari dan Nusa Tenggara Timur (NTT),” ungkapnya..

Untuk Bangka, lanjutnya, mengalami pengurangan. Kendati pemerintah tengah menyiapkan kabel laut untuk mensuplai listrik ke Bangka. Yang diperkirakan energi akan bertambah dua kali lipat untuk wilayah Bangka.

“Kita tengah kebut untuk kabel bawah laut dan nanti bisa mensuplai 2 kali lipat energi ke Bangka. Demikian pula Manokwari dan NTT,” kata Jisman

Ia menyebut energi listri saat ini ada 73,7 gigawatt dengan kepemilikan oleh PLN 60 atau 43 gigawatt. Untuk jenisnya sendiri ada 50 persen PLTU atau 37 gigawatt, PLTG 28 persen, PLTD 7 persen, EBT 11 persen.

“Untuk rasio elektriikasi 100 persen di 2022, saat ini baru 99,4 persen, kami melaksanakan program bantuan pasang baru listrik (PBL) 450 VA bagi rumah tangga miskin,” ujar Jisman.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita