Ia mengakui capaian produksi beras Jatim sejatinya tak terpengaruh dengan kebijakan politik anggaran Pemprov Jatim karena ditunjang ketersediaan infrastruktur pertanian di Jatim yang cukup memadai, sehingga tak bisa dijadikan sebagai ukuran keberhasilan Pemprov Jatim di sektor agro.
“Keberhasilan surplus produksi beras di Jatim itu sebenarnya keberhasilan kabupaten/kota dan pemprov Jatim tinggal mengklaim akumulasinya saja,” dalih Aliyadi Mustofa.
Persoalan krusial yang dialami petani Jatim yang tak kunjung teratasi oleh Pemprov Jatim adalah ketersediaan pupuk bersubsidi. “Makanya kami khawatir tema APBD Jatim 2022 tak akan maksimal karena kurang didukung dengan politik anggaran yang memadai. Sebagus apapun program kalau tak ada anggaran tentu sulit terealisasi karena jalan dan hasilnya pasti tak sesuai dengan target,” pungkas pria asli Sampang Madura ini. nang
