Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL JATIM

Rakor Penyaluran Pupuk Subsidi, Fajar: Antisipasi dan Minimalisir Potensi yang Mungkin Terjadi di tahun 2022

PONOROGO, KANALINDONESIA.COM:  Rapat koordinasi dan evaluasi penyaluran pupuk subsidi tahun 2022 Kabupaten Ponorogo, digelar di Gedung Serbaguna Gista Jaya Jl. Raya Ponorogo – Solo Desa/ Kecamatan Kauman, Rabu(26/01/2022).

Kepala Staf Perwakilan Daerah Penjualan(SPDP ) Pertrokimia Gresik Wilayah kerja Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Pacitan, Ponorogo dan Madiun, Muhammad Fajar Ismail menyampaikan, kegiatan rakor ini merupakan momen yang sudah ditunggu-tunggu, karena sudah 2 tahun tertunda karena adanya pandemi Covid-19.

Kepada kanalindonesia.com, Fajar menyampaikan, pihaknya sangat mengapresiasi para distributor dan kios resmi pupuk di Ponorogo yang sudah bekerja dengan maksimal dalam mengemban amanah membantu para petani pada tahun 2021 lalu. Pada tahun 2022 Petrokimia Gresik masih memberikan kepercayaan kepada para distributor dan kios resmi yang sudah ditunjuk di wilayah masing masing.

“Perlu diketahui bersama bahwa tahun anggaran pupuk bersubsidi di tahun 2022 dikurangi dan ini masih ada selisih dengan kebutuhan sesuai data RDKK. Mari bersama sama kita selesaikan masalah kekurangan pupuk bagi para petani,”ucapnya.

Rapat dihadiri oleh semua unsur KP3 yang terdiri dari Kejaksaan, kepolisian, TNI, Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan, 196 kios dan distributor resmi di Kabupaten Ponorogo.

“Sekaligus dilakukan seremonial penyerahan surat penunjukan menjadi kios resmi dan surat perjanjian jual beli dengan harapan di awal tahun 2022 ini kita bisa mengantisipasi dan meminimalisir sekecil mungkin potensi-potensi yang mungkin akan terjadi di tahun 2022 mengenai terbatasnya anggaran APBN, yang mana kita ketahui bersama di tahun 2022 ini khususnya pupuk ZA dan SP36 kosong,”terang Fajar.

Fajar menambahkan, bahwasanya RDKK di Kabupaten Ponorogo untuk tahun ini memang jauh lebih tinggi dibanding dengan anggaran dari keputusan Bupati Ponorogo yang mana selisihnya mencapai 40.000 sampai 60.000 ton dari total 6 jenis pupuk subsidi yang terdiri dari Urea, ZA, SP36, Phonska, Petroganik dan Phonska Ocha

“Ada selisih kekurangan sekitar 40.000 ton kalau melihat  jumlah total RDKK dari 6 jenis pupuk subsidi itu sekitar 166.000 ton,”bebernya.

Menghadapi adanya kekurangan jatah pupuk tersebut, Fajar segera mengambil langkah solutif untuk membantu para petani di Ponorogo atas kekurangan pupuk bersubsidi ini.

“Kita ambil di tahun 2022 ini, tentunya kita sudah melewati tahun 2021 yang telah banyak sekali dilakukan  evaluasi yang perlu kita sikapi, khususnya mengenai terbatasnya alokasi. Kita juga memperkuat komunikasi ini dengan harapan bisa memberikan informasi terkait terbatasnya anggaran subsidi. Keduanya juga kita sudah meminta kepada distributor dan kios resmi yang tersebar di seluruh Kecamatan Kabupaten Ponorogo untuk menyiapkan ketersediaan pupuk nonsubsidi, ya mungkin juga akan bisa melengkapi dosis dari terbatasnya pupuk subsidi,”tuturnya.

Ditanya tentang kebutuhan jenis pupuk di Ponorogo, Fajar memaparkan, sesuai dengan instruksi dari menteri pertanian, dimana untuk tanaman pangan ini fokus pada tanaman padi, jagung dan kedelai, sehingga yang dibutuhkan adalah pupuk jenis Urea, NPK, Phonska dan Organik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian ponorogo Andi Susetyo menyampaikan,” hari ini kita mengikuti rapat koordinasi yang sekaligus dilakukan penyerahan surat kerjasama untuk penjualan pupuk. Selain itu untuk menjamin apakah penyaluran pupuk sesuai dengan jadwal yang ditentukan,” terangnya.

Andi menyadari adanya perubahan aturan mengenai siapa pejabat yang menandatangani SK berdasar Permenpan 41 tahun 2021.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita