Ia juga mengingatkan agar sebagai pengusaha tidak gemar memamerkan gaya hidup yang bergelimang harta di tengah situasi rakyat yang sedang menderita akibat krisis ekonomi dan kesulitan untuk mengakses pemenuhan kebutuhan ekonomi.
“Perilaku seperti itu sangat menyakiti hati rakyat. Dan Anda harus tahu, ungkapan hati rakyat yang menderita adalah doa yang menembus Arsy,” tegas LaNyalla.
Menurut LaNyalla, negara ini butuh orang-orang yang memiliki empati. “Memiliki kecerdasan emosional dan moral. Memiliki adab dan akhlak dan itu harus ditanamkan kepada kader-kader HIPMI,” ingat LaNyalla.
Sebab, hanya dengan hal itu HIPMI bisa memberi kontribusi nyata untuk Indonesia yang lebih baik ke depan.
“Selamat berproses untuk semua kader HIPMI Jatim. Saya yakin Anda semua kelak akan bisa menjadi pengusaha pejuang, pejuang pengusaha, yang selalu menempatkan kepentingan umat di atas
kepentingan pribadi. Yang bisa memberi solusi atas masalah masyarakat,
sekaligus menggerakkan ekonomi Indonesia,” demikian LaNyalla.(*)
