“Untuk mengatasi perilaku beresiko kehamilan dibutuhkan langkah pentahelix dengan kajian komprehensif baik dilakukan oleh anak, keluarga, masyarakat, lingkungan dan pemerintah,” pungkas perwakilan Pusat Kajian dan Advokasi Perlindungan dan Kualitas Hidup Anak (Puskapa) Universitas Indonesia (UI).
