SIDOARJO, KANALINDONESIA.COM : Perahu milik Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Disporapar) Kabupaten Sidoarjo, yang berada di Wisata Bahari Tlocor, Desa Jabon Kecamatan Porong, beralih fungsi menjadi spot selfi, karena perahu tersebut tidak laik pakai.
Perahu berwarna oranye yang terparkir di sebelah dermaga Wisata Bahari Tlocor itu diduga mangkrak, padahal baru beberapa pekan dikirim oleh Disporapar, tak dapat dipergunakan, beberapa operator perahu di lokasi wisata mengatakan, perahu tersebut dikirim pada saat ada kunjungan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) beberapa waktu lalu. Perahu dengan double mesin itu rusak, menurut beberapa narasumber, desain perahu itu masih jauh dari layak pakai.
“Saya nggak berani mengemudikan perahu motor milik Dinas ini, karena tidak seperti perahu-perahu lain yang ada disini, kalau dikemudian jalannya tidak stabil,lagian dek perhau ini sering kemasukan air,”kata Buasan (54 tahun) operator perahu wisata Tlocor, yang tiap hari mengantar pengunjung ke pulau Lusi.
Buasan mengaku, sejak tahun 2012 dirinya menjadi operator perahu di penyebrangan Tlocor Lusi.
“Saya menjadi operator perahu sejak tahun 2012, dulu pakai perahu kayu, dengan mesin diesel single, tapi ya biasa saja, ga ada masalah, tapi setelah saya mencoba mengemudikan perahu milik dinas ini takut, jalannya, gak stabil terlalu berat belakang,”lanjut Buasan.
“Dulu pulau Lusi ini namanya pulau Sarinah, waktu Mentrinya Bu SusibPudjiastyuti, di ganti pulau Lusi,”terangnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Jarwoko (50 tahun), mekanik sekaligus operator perahu di lokasi wisata itu.
Jarwoko mengatakan, mesinnya sering mati sendiri, terus kalau persenelingnya di masukkan jalannya tidak seimbang.
“Dinas menaruh perahu di WBT ini aslinya untuk rescue, tapi, yang namanya perahu rescue harus siap siaga, sekarang aja rusak, dan lajunya tidak bisa kencang,”ujar lelaki 50 tahun yang berpengalaman puluhan tahun di bidang perperahuan itu.
“Sudah pernah saya laporkan ke dinas, kalau perahu ini butuh perawatan, dikasih uang 750 ribu, tapi laporannya ribet, minta ini dan itu, akhirnya saya biarkan saja,”lanjutnya, cemas.
“Sekarang dipakai pengunjung untuk selfi – selfi saja,”pungkas Jarwoko.(Irwan)
