Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
Daerah

HPL Sebut Sosialisasi dan Data Kependudukan DTKS Jadi Biang Kerok Banyak Bantuan yang Tidak Tepat Sasaran pada Masyarakat Miskin

Lalu HPL menjelaskkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan banyak warga yang membutuhkan belum dapat kartu BPJS .

‘Salah satunya karena imput datanya yang keliru, maka menyebabkan tidak terealisasi. Ya bisa jadi termasuk bantuan lainnya, termasuk pupuk juga bantuan keluarga miskin, KIP, KIS, karena data yang salah jadinya gak dapat. Nanti coba tim saya koordinasi dengan perangkat desa Curahnongko menyampaikan warga yang belum dapat BPJS,” ungkapnya yang disambut dengan tepuk tangan warga yang rata rata petani Gurem (pemilik lahan kurang 1/2 hektar)

Dari banyaknya keluhan itu, HPL berharap pejabat dan perangkat desa diharapkan bisa meningkatkan pelayanan sosialisasi terkait program bantuan pemerintah kepada masyarakat desa. Politisi wanita asal PDIP ini menilai perbaikan sistem pendataan ini sangat dibutuhkan agar program program bantuan ini bisa sampai tepat sasaran dan tepat orang.

“Jika program ini tidak sampai ke warga berarti ada persoalan komunikasi. Kita harus mendorong lebih intens agar ada perbaikkan – perbaikkan. Jika Pemerintah Desa saja tidak tahu berarti hirarki diatasnya yang kurang intens untuk menyampikkan ke desa,” tambahnya.

Dalam reses kali ini, HPL mengaku menerima permintaan bantuan, baik bansos, bantuan akir bersih, persoalan tanah, pupuk dan lainnya. “Padahal itu banyak program pemerintah yang digelontorkan, namun selalu saja persoalan data dan sosialisasi yang jadi kendala,” ungkapnya prihatin.

Selain peng-inputan yang salah, ketidak telitian dan kelambatan update data kata HPL juga mendukung amburadulnya kektidak tepatan program bantuan ini.

“Dibeberapa tempat yang saya datangi banyak yang menyampaikan sudah di update dan dilakukan sesuai data yang ada , namun ditingkatan kabupaten hingga pusat tidak ada perubahan , kok selalu itu. Makanya disetiap reses sesuai bidang saya kesra dan masyarakat miskin , PKH, BPJS kesehatan selalu menemukkan kenapa datanya selalunya yang keluar salah sasaran. Kepala desa mengaku sudah memperbaiki data, tapi yang turun adalah data lama. Maka kedepan data kependukan itu penting unttuk diperbaiki terutama DTKS Data Terpadu Kesejahteraan Sosial. Masak data 2011 masih dipakai padahal ini kan sudah 2022,” pungkasnya. nang.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita