“Sebagai seorang perempuan, bekerja di industri teknologi memiliki tantangannya sendiri. Namun, dari tantangan tersebut justru perempuan harus bisa mencari dan menciptakan peluang untuk berkembang,” katanya.
Kesuksesan Lusiana menjadi salah satu bukti bahwa banyaknya tantangan dihadapi perempuan bukan berarti perempuan harus berhenti memperjuangkan mimpinya.
“Untuk perempuan di luar sana, kalau kalian punya cita-cita, perjuangkanlah dengan persistensi dan disiplin yang setinggi mungkin. Berikan kontribusi sesuai dengan kemampuan dan passion kalian. Jangan takut usaha kalian sia-sia. Kalau kalian sudah berikan yang terbaik, pasti akan ada yang kalian dapatkan dari pengalaman tersebut,” pungkasnya.
HashMicro sendiri adalah perusahaan penyedia solusi ERP yang berdiri sejak tahun 2015 di Singapura dan didirikan oleh dua orang Indonesia. Fokus utama pelayanannya adalah penyediaan software ERP berbasis cloud yang mengotomatiskan proses end-to-end operasi bisnis, demi peningkatan produktivitas dan efisiensi perusahaan.
Saat ini HashMicro telah digunakan di beberapa negara di Asia Pasifik dengan tim R&D internal yang selalu mengedepan inovasi dan kemudahan penggunaan. HashMicro telah melayani 500 perusahaan di lebih dari 15 industri dengan 40 solusi terintegrasi. @Rudi
