Penerapan strategi yang tepat ini tentunya membantunya untuk dapat memaksimalkan peluang bisnis di tengah perkembangan industri logistik dan layanan kurir yang kian dinamis menyusul tingginya jumlah transaksi digital yang difasilitasi melalui berbagai platform IT seperti marketplace, e-commerce dan social commerce sehingga berdampak positif pada permintaan jasa kurir.
“Melalui penguatan fundamental bisnis, kami yakin akan mampu menciptakan prospek bisnis yang lebih kuat yang menjamin kelangsungan bisnis perusahaan untuk jangka panjang,” ujar Budiyanto.
Ia juga memaparkan, pada tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021 Perseroan meraih laba bersih sebesar Rp44,92 miliar atau mencapai 74,87% terhadap target yang ditetapkan sebesar Rp60 miliar.
Menurutnya, dibandingkan dengan pencapaian laba bersih di tahun 2020 yang hanya tercatat sebesar 31,16 miliar, laba bersih di tahun 2021 mengalami peningkatan sebesar 44,17%.
Sementara itu, realisasi rencana ekspansi bisnis di tahun 2021 berhasil meningkatkan nilai aset Perseroan sebesar 19,17% atau Rp40,34 miliar menjadi Rp250,76 miliar dibandingkan nilai aset tahun 2020 sebesar Rp210,42 miliar.
Peningkatan kinerja keuangan juga terlihat pada nilai ekuitas Perseroan yang juga tercatat meningkat sebesar 21,69% dari Rp137,98 miliar di tahun 2020 menjadi Rp167,90 miliar di tahun 2021.
