Sedangkan Tiffany, yang mengambil LEAP Research Innovation (LEAP RI), meliputi riset inovasi dan kewirausahaan. Wanita pemilik brand “Tiffany The Label” sejak 2021 mengaku prihatin dengan keberadaan limbah fashion yang sangat banyak ini.
“Saya sangat prihatin akan banyaknya limbah fashion yang sangat banyak. Maka dari itu sebagai bentuk tanggung jawab terhadap lingkungan untuk TA saya membuat desain yang konsepnya zero waste fashion,” terangnya.
Mahasiswi yang dibimbing oleh Dibya Hodi, Desainer Indonesia Fashion Chamber ini menghasilkan produk lima look ready to wear yang unik tampilannya serta sustainable. Desain dibuat untuk wanita muda dan dapat dikenakan untuk bersantai ataupun bekerja dari rumah.
Konsep busana yang ramah lingkungan tampak dalam setiap rancangannya. Sisa potongan dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh mahasiswi asal Surabaya ini. Bahkan Tiffany menggunakan perhitungan untuk sisa limbahnya.
Yang Tiffany lakukan adalah menggunakan sisa hasil potongan kain bagian leher digunakan untuk ornament dalam busananya. Sehingga yang tersisa hanya serpihan kain yang sangat sedikit. Ady
