Langsung ke konten utama Langsung ke navigasi utama Langsung ke sidebar Langsung ke footer
KANAL PENDIDIKAN

Unilever dan Campus Marketeers Club Gelar Diskusi Pentingnya Memiliki Vibes Positif di Tempat Kerja

ia menjelaskan terkait aksi workplace bullying, bahwa pihaknya memiliki jalur pengaduan khusus yang disebut Speak-Up Channel yakni sebuah Whistleblower System dengan jaminan kerahasiaan penuh sebagai salah satu sarana bagi karyawan untuk menyampaikan adanya penyimpangan terhadap peraturan dan ketentuan yang berlaku. Perusahaan juga aktif mendorong karyawan untuk bertanggung jawab dan berinisiatif jika melihat potensi pelanggaran.

“Kami harap berbagai insights yang dibagikan dalam webinar ini dapat membekali adik-adik mahasiswa maupun mereka yang sudah meniti karir dengan pengetahuan dan kemampuan untuk memilih dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih toleran, setara dan inklusif di masa depan. Selain itu, semoga program seperti ini juga dapat terus menginspirasi sebanyak mungkin perusahaan maupun organisasi untuk memperkuat kebijakan-kebijakan yang berpihak pada kesetaraan, keberagaman dan inklusivitas,” kata Kristy.

Sementara itu, Tara de Thouars, BA, M. Psi selaku Psikolog Klinis Dewasa memaparkan, Gen Z adalah generasi yang sangat terbuka dengan perbedaan. Penelitian McKinsey&Company menunjukkan beberapa kategori perilaku Gen Z yang membedakannya dengan generasi-generasi sebelumnya. Salah satunya adalah Undefined ID, dimana generasi ini menghargai setiap individu tanpa memberi label tertentu dan memiliki keterbukaan yang besar untuk memahami keunikan tiap individu. Perilaku ini akan turut mempengaruhi mereka saat mencari pekerjaan.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Randstad Workmonitor tahun 2022 menunjukkan 41% dari Gen Z yang tersebar di wilayah Eropa, Asia Pasifik dan Amerika lebih memilih menganggur dibandingkan tidak bahagia di tempat kerja. Salah satu tolok ukur dari kebahagiaan bagi Gen Z adalah betapa prinsip keseteraan, keberagaman dan inklusivitas dapat ditegakkan di tempat kerja, dimana 41% responden mengaku tidak akan memilih tempat kerja yang tidak mempromosikan keragaman dan inklusivitas.

Ia juga menjelaskan, salah satu bentuk intoleransi yang masih kerap terjadi adalah workplace bullying, yaitu serangkaian perilaku yang dilakukan secara sengaja dan berulang untuk mengintimidasi, menjatuhkan atau menyakiti orang lain di tempat kerja.

Bagikan

Baca berita lainnya:

Tambahkan ke Preferensi Sumber Indeks Berita