“Kelincahan (agility) dan juga daya adaptasi (adaptability) dengan kondisi normal baru ini menjadi faktor yang paling penting (the most important game changer)”, ujar M. Obaidur Rahman, Youth Empowerment Advisor, Save the Children Asia Regional Office. Lebih lanjut dikatakannya bahwa pelibatan anak muda dengan lebih proaktif dan berpihak (passionate) pada situasi normal baru ini, telah membuka kesempatan baru untuk perkembangan dan pertumbuhan pekerja muda tersebut.
Kondisi yang tergambar di atas akan menjadi persoalan serius jika tidak diantisipasi. Potensi anak muda sebagai usia produktif harus mendapat perhatian para pemimpin dunia (global leaders). Modalitas besar anak muda untuk menggerakkan pertumbuhan dan pembangunan sangatlah penting dan merupakan aset yang tidak boleh disia-siakan. Masyarakat sipil global mendorong para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, untuk memberikan perhatian serius terhadap persoalan penyediaan pekerjaan bagi generasi muda. Tantangan ke depan dengan adanya intervensi teknologi yang semakin masif, membutuhkan antisipasi yang adaptif terhadap kebutuhan jenis pekerjaan di masa depan.
Dengan demikian, masyarakat sipil global yang diwakili oleh C20 meminta pemerintah dan pemimpin global untuk:
1) memastikan adanya investasi yang signifikan untuk memastikan akses ke sektor pendidikan dan pelatihan untuk membangun kapasitas pemuda terkait keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan untuk mampu bersaing di abad 21 ini;
2) memperluas akses bagi pemuda dan pemuda dengan disabilitas untuk kesempatan di dunia kerja dan kewirausahaan;
3) memastikan bahwa isu pengangguran di kalangan pemuda menjadi isu prioritas dalam perencanaan pembangunan dan pemulihan ekonomi pasca pandemi.
